Prihatin, Anak – Anak Papua Usia Produktif Banyak Gunakan Narkoba

0
50
Kasat Narkoba Saat Menunjukan Barang Bukti Narkoba Jenis sabu-Sabu Di Ruang Kerjanya. (Ema)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arioanto mengatakan, bahwa Badan Narkotika Kabupaten Jayapura menemukan angka pengguna Narkoba paling banyak  anak usai produktif dari usia 9-17 tahun dan rata – rata adalah anak Papua.

 

“Penyalahgunaan Narkoba tahun 2015 terdapat  103 kasus, tahun 2016 terdapat  96 kasus dan tahun 2017 ada 54 kasus, dari data ini dominan anak usia produktif dan rata-rata adalah  anak Papua,” ujar  Arioanto, S.Pd,M.Pd., kepada wartawan di kantor BNN Kabupaten Jayapura, Jumat (13/10/2017)

Disampaikan, bahwa kasus narkoba di kalangan anak-anak usia produktif ini sesuatu yang memprihatinkan, karena ini buka hanya terjadi di kota Sentani, tapi sudah merambat hingga anak yang ada di kampung.

“Temuan Polsek Nimboran pada Ferbuari lalu, ada 103 anak terlibat penyalahgunaan Narkoba (ganja), dari 103 tersebut 7 diantaranya harus menjalani rehabilitasi di BNN Jayapura,”ungkapnya lagi.

Temuan Polsek Nimboran ini, kata Arionato merupakan, kejadian luar biasa (KLB), dan ini sangat memprihatinkan sekali, mereka yang jauh disana sudah konsumsi narkoba jenis ganja.

Lanjut Arionto, salah satu penyebab tingginya anak-anak yang terlibat penyalahgunaan narkoba karena kurangnya pengawasan dari  orang tua, guru dan lingkungan dimana anak itu berada.

“Anak itu bisa saja terjerumus pada barang haram tersebut saat di sekolah atau di rumah, tergantung pengawasan,” katanya.

BNN berharap, kepada orang tua dan guru jika melihat anak-anak ada yang terlibat narkoba, maka segera melapor ke BNN untuk di ambil tindakan, agar anak tidak terus menjadi pengguna narkoba.

“Tidak perlu takut, kalau yang penyalahgunaan dan pecandu langsung di rehabilitasi, mereka akan di proses hukum jika memang mereka terlibat pada jaringan pengedar,” lanjut Arioanto.

Dirinya berharap,   orang tua dan guru untuk melakukan pengawasan secara baik,  agar anak tidak terjerumus dalam Narkoba dan pemerintah daerah untuk melihat hal ini karena demi masa depan anak-anak.. (JW)