Penampatan Base Transceiver Station Wilayah Keeerom di Kampung Kibay

0
2
Suasana Survey yang dilakukan untuk menentukan lokasi BTS di Kibay, Arso Timur, belum lama ini. (Rif)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Kepala Distrik Arso Timur, Aji Setiaji SSTP, mengemukakan bahwa di Tahun 2018 mendatang Distrik Arso Timur mendapat jatah untuk pembangunan 1 BTS (base transceiver station) di wilayahnya. Dan dari survey yang dilakukan bersama tim dari Kominfo akhirnya diputuskan BTS tersebut ditempatkan di Kampung Kibay.

‘’Beberapa hari lalu memang ada tim dari Kominfo yang melakukan survey untuk menetapkan lokasi BTS bagi Distrik Arso Timur. Dari survey tersebut akhirnya, tim memutuskan akan membangunnya di Kampung Kibay, dan survey tersebut juga telah menetapkan titik dimana BTS tersebut dibangun dan masalah tanah juga sudah disetujui tempatnya,’’ungkapnya kepada Harian Pagi Papua, Sabtu (14/10/2017) kemarin.

Ditambahkan, bahwa untuk menentukan posisi atau letak BTS dipengaruhi beberapa hal diantaranya menyangkut calon costumer atau pengguna.

‘’Karena menyangkut costumer inilah salah satu factor, kenapa BTS diletakkan di Kibay. Karena secara jumlah penduduk atau calon costumer telekomumikasi ini akan memungkingkan bila satu provider nanti masuk dan melakukan pendataan atau melihat kemungkinan alat komunikasinya bisa berjalan. Ini pun di Kibay selain penduduk setempat kita juga masukan data-data pos-pos TNI dan Polri yang ada di Kibay dan sekitarnya, karena mereka tentunya juga calon costumer bagi provider tersebut,’’lanjutnya.

Dikemukakan bahwa setelah ditentukan lokasi maka diharapkan pembangunan BTS bisa dimulai awal tahun depan sehingga bisa segera beroperasi di tahun yang sama. ‘’Kita sangat berharap proses pembangunan BTS bisa selesai sesuai jadwal sehingga kendala komunikasi yang selama ini ada di Arso Timur bisa teratasi dengan baik, meskipun belum ditentukan provider mana yang akan melayani di Arso Timur namun kita berharap siapapun provider yang akan melayani di arso Timur kita harap bisa pelayanan dengan baik,’’pesannya.

Tentang status tanah menurutnya, Distrik hanya memfasilitasi agar status tanah tidak bermasalah namun soal ganti rugi atau pembelian tanah menurutnya hal tersebut adalah menjadi domain dari Kominfo dan provider. ‘’Kami dari distrik sifatnya hanya memfasilitasi, namun menyangkut gantirugi tanah dan pembangunan BTS-nya adalah ditangani dari Kominfo,’’pungkasnya.(Rif  / Koran Harian Pagi Papua)