KPU Keerom Giat Verifikasi Data Pemilih

0
11

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Keerom, Bonefasius Bao, SI.P. (Rif)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Keerom, Bonefasius Bao, SI.P., mengemukakan pihaknya terus melakukan langkah-langkah antisipasi menyangkut verifikasi data pemilih di Kabupaten Keerom.

‘’Menyangkut verifikasi pemilih di Keerom dalam kurun waktu dua tahun terakhir atau sejak 2015 hingga 2017 sekarang ini kami sudah melakukan 4 kali verifikasi atau pemutahiran data. Kami punya niat baik untuk bersama Dukcapil untuk bagaimana pemilihan di Keerom ini sudah minim atau kalau bisa tak ada lagi NIK invalid atau pemilih ganda,’’ ujar Bonefasius Bao,  kepada Harian Pagi Papua,  belum lama ini Arso.

Ditambahkan memang selama ini masalah yang timbul terkait data pemilih adalah masalah data pemilih ganda dan pemilih yang telah meninggal atau telah pindah alamat namun masih muncul di daftar pemilih. Hal inilah menurutnya yang menjadi atensi bagi KPU Keerom agar kedepannya masalah tersebut bisa diminimalisir.

‘’Kita berharap pada DP4 untuk Pilgub 2018 dan Pemilihan serentak 2019 mendatang nama-nama mereka yang telah meninggal atau telah pindah tidak terjadi lagi. Bahkan kami bersama mobile e-KTP dari Capilduk bergerak bersama untuk lakukan verifikasi dan juga tingkatkan angka penduduk yang memiliki e-KTP di Keerom, ini harus kita lakukan sejak sekarang agar saat ferivikasi jelang pemilihan nanti semuanya lebih siap termasuk masyarakat,’’harapnya.

Selain verifikasi data pemilih, saat ini KPU Keerom juga tengah menseriusi tentang pemilih pemula yang diharapkan partisipasi mereka untuk Pemilihan mendatang cukup aktif.

‘’Menyangkut pemilih pemula ini kami dari KPU Keerom terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, ini adalah bagian dari strategi agar pemilih pemula agar dapat berpartisipasi aktif pada pemilihan mendatang,’’lanjutnya.

Ditambahkan, untuk sosialisi pemilih pemula ini ditargetkan untuk siswa-siswi SLTA kelas XI dan XII. ‘’Kita telah lakukan sosialisasi di beberapa sekolah dan akan lakukan di beberapa sekolah lainnya agar siswa-siswi terutama kelas XI dan XII yang saat ini berusia 16 tahun maka saat tahun depan mereka berusia 17 tahun bisa menyalurkan suaranya pada pemilihan mendatang. Kita akan terus lakukan blusukan ke sekolah-sekolah untuk melalukan sosialisasi tersebut,’’pungkasnya. (rif /Koran Harian Pagi Papua)