Pemilukada Serentak di Papua Dinilai Sarat Praktek Korupsi

Category: POLHUKAM 36 0
Aktivis Anti Korupsi Papua, John Mandibo.

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemilihan umum kepala daerah yang berlangsung sepanjang tahun 2010 dinilai sarat dengan praktek korupsi. Implikasinya, pilkada hanya menghasilkan pemimpin daerah yang korup dan ujung-ujungnya merugikan rakyat dan hal itu berpotensi terjadi pada pilkada serentak di Papua.

Hal itu di sampaikan, Aktivis Anti Korupsi Papua, John Mandibo, kepada media ini, Kamis (13/10/2017).

Selain praktik korupsi, ia juga khawatir akan terjadi penyalahgunaan fasilitas jabatan dan kekuasaan. Bentuk penyalahgunaan yang paling banyak dilakukan, terutama oleh kandidat petahana, adalah pelibatan pejabat daerah dalam pemenangan pilkada serta memanfaatkan program populis APBN dan APBD untuk menarik simpati pemilih.

“Ini pernah terjadi di Papua, yakni tertangkapnya mantan Bupati Biak, Yesaya Sombuk pada tanggal 16 Juni 2014, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK,” ungkapnya.

John menegaskan agar KPU dan Bawaslu di Provinsi Papua dan di Kabupaten/Kota, beserta aparat penegak hukum yang ditugaskan sebagai peyelenggara, pelaksana dan pengawas pada pemilu serentak lebih solid dalam mengawal dan tidak memberikan ruang bagi bakal calon yang berpotensi korupsi.

Baca Juga :  Polisi, Kejati dan BPK Diminta Serius Berantas Korupsi di Papua

John menerangkan, adapun faktor penyebab munculnya korupsi yang dilakukan petahana, yakni biaya politik yang tinggi, sehingga permainan politik uang terjadi dan terakhir terakhir masih lemahnya sistim pengawasam daerah.
Kedua, akibat dari pola rekruItmen yang tidak baik dari partai politik, kepala daerah mengeluarkan ongkos yang besar untuk mendapatkan perahu atau rekomendasi partai belum lagi pendanaan calon kepala daerah oleh partai politik yang memakan biaya tinggi.

“Imbasnya setelah resmi dilantik menjadi kepala daerah, mereka terbeban untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk menutupi pengeluaran yang super besar di saat pilkada,” tegasnya. (jrp /Koran Harian Pagi Papua)

Related Articles