Jalan Trans Papua di Tolikara Masih Ditutup

Category: Lintas Papua 70 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sudah empat hari warga di Kampung Minagi, Distrik Kubu, Kabupaten Tolikara menutup Jalan Trans Papua, karena menolaknya terpilihnya calon bupati petahana Usman Wanimbo-Dinus Wanimbo sebagai kepala daerah setempat.

Apabila ini dibiarkan berlarut-larut, kondisi tersebut dapat menyebabkan pasokan sembako dan bahan bakar minyak dari Kabupaten Jayawijaya melalui jalur darat ke Tolikara dan Kabupaten Puncak Jaya terganggu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tolikara, Derwes Jikwa ketika di hubungi melalui telepon celuernya, Jumat (13/10/2017).

Seperti berita sebelumnya, Derwes menuturkan, jalan tersebut dipalang warga yang diduga simpatisan dari calon bupati John Tabo dengan menggunakan kayu sejak Selasa (10/10).

Warga yang ingin berpergian dari Distrik Kubu ke Karubaga, Ibu kota Tolikara harus berjalan kaki sekitar 5 kilometer atau menggunakan jasa ojek sepeda motor yang biaya di atas Rp 50.000.

“Jadi mereka kecewa atau tidak patuhi putusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo, pada pilkada Tolikara,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur Menilai Kericuhan di Depdagri Permalukan Rakyat  Papua

Diketahui pada 31 Juli 2017 lalu, Mahkamah Konstitusi memutuskan calon petahana

Usman Wanimbo dan wakilnya Dinus Wanimbo memenangkan Pilkada Tolikara dengan perolehan 116.295 suara.
Derwes berharap pihak kepolisian segera membuka ruas jalan tersebut sehingga distribusi sembako dan BBM dari Wamena ke Tolikara berjalan lancar.

“Apabila ruas jalan itu ditutup selama sepekan, maka kami akan kesulitan mendapatkan sembako dan BBM,” harap Derwes.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, jajaran Polres Tolikara masih menggunakan cara persuasif agar warga kembali ruas jalan tersebut.

“Upaya mediasi untuk mengatasi aksi pemalangan jalan di Distrik Kubu masih dilakukan. Mereka juga telah diinstruksikan menggelar patroli untuk mencegah terjadinya konflik antara warga pendukung Usman dan John,” pungkasnya. (jrp / Koran Harian Pagi Papua)

Related Articles