SMK di Papua Perlu Gelar BKK Koneksi Dunia Industri

Category: Pendidikan 15 0

JAYAPURA (LNTAS  PAPUA) – Dalam mengisi kebutuhan masyarakat dan pasar kerja, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik program Bursa Kerja Khusus (BKK) yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja baik di tingkat provinsi dan kota, yang melalui BKK ini mampu menghubungkan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

 

“SMK Negeri 2 Jayapura hanya sebagai tempat yang dipusatkan untuk melaunchingkan BKK dan job matching ini di wilayah Provinsi Papua, yang ditunjuk langsung oleh Direktorat. Meskipun demikian, pada hakekatnya job matching ini wajib bagi seluruh SMK se-Provinsi Papua,” ucap Kepala Bidang SMA dan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nurhadi, S.Pd, M.Pd saat ditemui Harian Pagi Papua, usai melaunchingkan BKK pada acara job macthing, bertempat di SMK Negeri 2 Jayapura, Selasa (10/10).

 

Oleh karena itu, diharapkan semua SMK di Papua ini terutama di kota Jayapura itu harus mengadakan bursa kerja khusus seperti di SMK Negeri 2 Jayapura ini jadi link-link dunia usaha dan dunia industri yang berhubungan atau berkaitan dengan bidang ahli SMK ini, harus diajak untuk bekerja sama atau adakan MoU. Sehingga kedepannya anak SMK bisa terserap di DUDI.

 

“Sejak rekruitmen alumni SMK dilalukan, saya harapkan hal itu sudah berdasarkan analisis kebutuhan pasar. Sehingga saya menegaskan tugas SMK ialah merekrut calon peserta didik pada jurusan dan jumlaj yang sesuai permintaan pasar kerja sehingga semua lulusan bisa terserap dengan baik,” bebernya.

 

Selain itu, dijelaskannya tugas SMK antara lain mendidik dan melatih peserta didik dengan bersinergi dengan Dudi pemesan, membuka unit-unit usaha secara integrasi dengan beberapa program keahlian disekolahnya sebagai miniatur atau gambaran nyata kondisi di pasar kerja. Serta meningkatkan jiwa enterpreneurship yang ditunjang dengan kecekatan dalam menangkap  dan memanfaatkan peluang yang ditunjang dengan 5K yaitu kesempatan, kemauan, kemampuan, kejujuran dan kepedulian, 5S yaitu senyum, sapa, salam, sopan dan santun. Dan membiasakan pada setiap peserta didik dalam memanfaatkan teknologi informasi dlm pekerjaan mengikuti zaman, seperti aplikasi e-money, e-banking, e-marketing, e-budgeting dan lain-lain.

Baca Juga :  Pemkab Mamberamo Tengah Buktikan Komitmen  Bangun SDM
Melaunchingkan BKK pada acara job macthing, bertempat di SMK Negeri 2 Jayapura. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Kemudian pula, tugas SMK ialah turut menunjang PON 2020 dengan mengarahkan skills dan produk berkearifan lokal yang diproduksi oleh pihak SMK untuk dipasarkan selama PON 2020.

 

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Pembinaan SMK yang diwakili oleh Agus Wibowo mengakui pada dasarnya SMK itu telah disiapkan skill kompetensi untuk memasuki dunia usaha dan dunia industri. “Jadi sebenarnya secara kompetensi, kami lihat bahwa alumni atau lulusan SMK sebenarnya sudah mampu dan siap untuk masuk ke Dudi, hanya saja yang perlu dibutuhkan adalah sikap kerja yang dibutuhkan di industri itu harus ditumbuhkan pada siswa-siswa SMK agar lebih siap dalam memasuki dunia industri.

 

Selain itu, Kepala SMK Negeri 2 Jayapura, Elia Waromi mengatakan di tahun 2017 ini pihak SMK Negeri 2 Jayapura oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMK ditunjuk untuk menjadi SMK pelaksana job matching.

 

“Ini adalah bukti bagaimana SMK harus bisa dan siap untuk memasarkan tenaga tenaga kerja alumni dari SMK sehingga Dudi bisa mempergunakan mereka sebagai tenaga kerja. Dan ini merupakan awal yang baik bagi kami di SMK 2 Jayapura dan SMK di kota/kabupaten se-provinsi Papua untuk harus siap dalam mempersiapkan anak didik SMK kita utuk bisa langsung kerja di dunia usaha,” bebernya.

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Apresisi SMKN 2  Gelar Job Matching Pasarkan Lulusannya

 

Diakuinya, salah satu hal penting yang disampaikan oleh perwakilan dunia usaha dan industri salah satunya yaitu mengenai sikap kerja atau etika kerja yang dimintakan kepada pihak SMK atau sekolah untuk bagaimana bisa ditingkatkan sehingga anak-anak ketika tamat sudah langsung bisa diterima di pasar kerja.

 

Diltambahnya, job matching yang secara resmi dibuka oleh Nurhadi, telah dibuka,  mulai pada tanggal 10 hingga 20 Oktober 2017.

 

“Kami harapkan anak-anak SMK yang sudah tamat dari 7 tahun belakangan ini bisa datang mengambil bagian untuk bisa melihat job-job atau pekerjaan yang ditawarkan oleh Dudi dan hari ini telah hadir 16 Dudi di kota Jayapura yang telah mengambil bagian dan membuka lowongan pekerjaan bagi alumni SMK,” paparnya.

 

Selanjutnya, Waromi juga mengimbau bagi para alumni SMK yang sedang mencari pekerjaan hingga kini, dapat memanfaatkan kesempatan baik ini melalui job matching, dengan berkunjung ke SMKN 2 Jayapura untuk melamar di Dudi sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing. (Elsye Sanyi  / Koran Harian Pagi Papua)

Related Articles