Kini Peringkat Satu Nasional, Geisler Ap Petinju Berbakat Asal Papua Harapkan Dukungan Pemerintah

Geisler Ap, seorang petinju berbakat Papua mengharapkan pemerintah daerah Provinsi Papua. (Irfan)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Geisler Ap seorang petinju berbakat Papua mengharapkan pemerintah daerah Provinsi Papua membantu memfasilitasi dengan menghadirkan seorang pelatih dan asisten pelatih sebagai persiapan menghadapi pertandingan pada bulan November 2017 mendatang dapat berjalan maksimal.

“Saya harap perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua untuk membantu saya menghadirkan pelatih yang telah membentuk karakter tinju saya, yakni bapak Immanuel Rumbino dan asisten pelatih yaitu bapak Aquila Awom,” kata Geisler Ap,  kepada wartawan harian ini, kamis (12/10/2017) kemarin sore.

“Dikarenakan saat ini saya latihan hanya mengandalkan pengalaman yang dapati untuk digunakan dalam program latihan. Jadi, sekali lagi saya harap pemerintah tolong bantu saya untuk datangkan pelatih dan asisten pelatih,” sambungnya.

Ia menerangkan, dirinya saat ini tengah melakukan persiapan menuju pertandingan pada bulan November 12017 nanti. Namun satu kendala yang dihadapinya adalah tidak ada seorang pelatih dan juga asisten pelatih yang mendampinginya saat berlatih, sehingga dirinya hanya berlatih sendiri.

“Saya saat ini memang sedang mempersiapkan diri untuk bertanding. Namun yang saya sesalkan adalah tidak adanya seorang pelatih maupun asisten pelatih yang mendampingi saya saat berlatih. Ya, lagi-lagi karena fakotr kurangnya dana untuk membayar seorang pelatih atau asisten pelatih,” terangnya.

Lebih lanjut petinju yang bertipe Ortodoks ini menjelaskan, dirinya yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan Nasional di Jakarta pada tanggal 30 November 2017 mendatang.

“Jika saya menjadi juara maka akan membuka jalan saya untuk bertanding memperebutkan gelar juara WBA Super Lightweight (kelas ringan super) pada akhir Desember 2017 atau di awal Januari tahun 2018,” katanya yang juga suami dari Maghrit Kaway.

Namun kata Geisler, petinju yang turun di kelas Welter 63,5 kg tersebut kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah Provinsi Papua. Padahal dalam pertandingan memperebutkan juara WBA, dan dirinya bisa berhasil meraih kemenangan (juara). Maka dia berkesempatan untuk menantang salah satu petinju dari Indonesia, yaitu Daud ‘Cino’ Jordan.

“Kalau Tuhan berkehendak dan saya menang dalam perebtuan juara WBA, maka saya akan menantang petinju Daud Jordan. Inilah impian saya selama berkarir di dunia tinju professional. Kalau saya menang, maka pintu terbuka lebar bagi saya menuju Las Vegas,” katanya.

Dari usaha seorang petinju amatir menjadi seorang petinju yang tangguh dan tak terkalahkan, Geisler memutuskan untuk masuk ke dunia tinju professional pada tahun 2009 lalu.

Geisler Ap seorang petinju berbakat Papua ketika sedang berlatih. (Irfan)

“Saya memulai tinju professional dari nol, kemudian saya mengikuti beberapa pertandingan dan selalu berhasil meraih kemenangan. Sehingga saya masuk peringkat lima (5) tingkat nasional. Saat saya berada di peringkat lima (5) nasional, saya menantang peringkat pertama nasional dan saya berhasil menang, kemudian saya berhasil merebut peringkat pertama nasional,” bebernya.

Namun, siapa sangka prestasi yang telah diraihnya berbanding terbalik dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Selain itu, Geisler menceritakan, sejak dirinya memulai karir sebagai seorang petinju amatir sampai menjadi petinju professional, itu tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Jadi, saya selama mengikuti pertandingan baik di tingkat nasional maupun internasional, saya tidak pernah mendapat dukungan dari pemerintah Provinsi Papua. Padahal setiap kali saya bertanding selalu membawa nama Papua,” sesalnya.

“Untuk itu, saya berharap pemerintah daerah Provinsi Papua memberikan perhatiannya kepada saya, agar saya dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan juga nama daerah Papua. Kalau Chris John dan Daud Jordan bisa, kenapa saya tidak bisa?. Saya akan buktikan bahwa saya anak Papua juga bisa bersaing di tingkat internasional seperti mereka,” kata Geisler Ap. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...