DPRD Tolikara Sikapi Kasus  Pengrusakan Kantor Kemendagri

 

Ketua II DPRD Tolikara, Yotham R. Wonda, SH, M.Si., saat diwawancara (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kantor Kementerian Dalam Negeri yang terletak di jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat diserang oleh puluhan masyarakat Tolikara yang diduga merupakan salah satu pendukung calon Bupati Tolikara yang kalah dalam pilkada beberapa waktu.  Atas penyerangan tersebut sejumlah orang mengalami luka parah dan beberapa fasilitas di Kemendagri kerusakan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua II DPRD Tolikara,  Yotham R. Wonda mengatakan,  sebagai wakil rakyat Tolikara kami meminta kepada aparat kepolisian untuk memproses pelaku dan aktor penyerangan sekaligus pengrusakan kantor Kemendagri sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

“Kejadian tersebut sangat memalukan, karena adanya tindakan kriminal dan premanisme di dalam kantor pemerintahan, terlebih kejadiannya terjadi di Ibukota negara Republik Indonesia,” ujar Ketua II DPRD Tolikara,  Yotham R. Wonda .

 

“Selain itu, dengan kejadian tersebut sangat melukai pejabat di lingkungan Kemendagri. Ini sudah sangat keterlaluan, saya berharap kasus – kasus seperti ini harus diproses dan pelakunya ditahan agar ada efek jerah,” Ketua II DPRD Tolikara,  Yotham R. Wonda, saat dikonfirmasi, Kamis (12/10).

Dikatakan, bawha   jika tidak proses, oknum yang memiliki watak – watak premanisme seperti ini akan subur dimana-mana.

“Perlu ketahui bahwa sebagian dari kelompok penyerang tadi adalah status ASN yang tidak pernah aktif di kantor Pemerintah Tolikara.  Sebagian juga merupakan massa bayaran dari kabupaten lain, jadi masyarakat Tolikara di sini hanya 6 orang dan sebagian adalah mahasiswa dan massa bayaran. Kalau mereka ini merasa orang Tolikara kenapa tidak pernah berteriak di Karubaga Tolikara,” katanya.

Dirinya mengakui, sangat  menyesalkan aparat keamanan atau security yang tidak sigap dalam situasi ini, hal ini sudah terjadi pembiaran lama hampir dua bulan sejak pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi.

 

“Harusnya tegas sampaikan bahwa, putusan MK tidak bisa diganggu gugat, ini mungkin karena adanya harapan – harapan yang disampaikan oleh oknum – oknum terutama calon yang kalah, sehingga kelompok ini terus bertahan,” jelasnya.

Yotham Wonda menghimbau, kepada masyarakat  Tolikara yang ada di Tolikara, Wamena dan Jayapura untuk tetap tenang, tidak terpancing dengan peristiwa yang terjadi hari ini di Jakarta.

“Mari kita jaga keamanan bersama untuk Tolikara tetap aman dan damai dan kita hargai proses demokrasi yang ada, sehingga jangan terpancing dengan kejadian yang ada,” harapnya. (*)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...