Wali Kota BTM Siap Patenkan Batik  Kearifan Lokal Port Numbay

Category: Berita Port Numbay 36 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., kembali pertegas visi misinya dalam membangun Kota Port Numbay, terutama akan mempatenkan karya kearifan lokal dari 14 kampung yang ada.

Hal ini disampaikan Wali Kota BTM, saat menutup Dengan resmi  pelatihan Teknis Batik Port Numbay di SMKN 5 Jayapura di Pasar Baru, kamis (12/10/2017), sekaligus menjelaskan, bahwa  Visi Misi pemerintah kota, lima tahun pertama mewujudkan kota Jayapura yang beriman, mandiri, sejahtera berbasis kearifan lokal.

“Pelatihan batik ini di ambil dari kearifan lokal masyarakat di empat belas kampung, nilai budaya kita pertahankan di Kota Jayapura. Sebab itu, nanti saya minta dinas untuk memberikan  paten atas karya kearifan lokal ini, kita jaga, saya ingin mempertahankan kearifan lokal di empat belas  kampung ini menjadi nilai sakral,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, dalam sambutannya.

Disampaikan, bahwa dirinya sudah pikir untuk di jahitkan satu baju dari batik Port Numbay ini , akan dipakai untuk pimpinan OPD lihat, apakah ini cocok untuk aparatur sipil negara sebagai motif seragam aparatur sipil Negara pemerintah kota.

Baca Juga :  Siapkan UKM, Disperindagkop Latih 25 Mama Papua Kreasikan Batik Port Numbay

“Saya mengucapkan terimakasih pada instruktur telah melatih mama-mama , kita harus melakukan pendampingan terhadap mereka, tugas pemerintah adalah membina mengawasi mereka, supaya mereka berdiri sendiri, usaha mikro Kota Jayapura kita terus perbaiki,” pesannya sambil menutup acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagagan dan Koperasi UKM Kota Jayapura, Robert Awi berharap, ilmu yang sudah di peroleh dari instruktur yang didatangkan khusus dari Yogyakarta, ilmu itu dapat mereka kembangkan di lingkungan mereka masing-masing.

 

“Setelah selesai Disperindagkop akan memberikan modal berupa peralatan kepada lima kelompok yang pada hari ini dan  mengikuti pelatihan  serta akn dampingi kurang lebih dua tahun,supaya kualitas produk yang kami hasilkan itu adalah produk benilai ekonomis yang bisa di pasarkan,” jelasnya.

Disampaikan, bahwa untuk pemasaran kita sudah menjalin komunikasi dengan toko modern maupun hotel, mereka siap menampung produk binaan kami, namun sekarang apakah produk yang kita pasarkan  sudah memiliki nilai standart ekonomis atau belum.

Sementara itu, Ketua Panitia,  Ahmad Saiful menyampaikan, bahwa penyerapan ilmu yang disampaikan diserap baik oleh para mama Papua, sebab selama pelatihan mama-mama antusias dan selalu acara berlansgung hingga sore hari.

Baca Juga :  Disperindagkop Bantu Promosi Teh Sarang Semut

“Kami memilih instruktur dari Yogyakarta, karena dari kementrian itu yang pertama, yang  kedua bapak Yohanes Riwanto dari Jogjakarta ini juga pengrajin, punya binaan banyak, punya jam terbang tinggi,”  tuturnya..

Dijelaskan, bahwa Pelatihan ini dilaksanakan selama tujuh hari oleh Dinas Perindrustrian Perdagangan Koperasi  & UKM (DEPERINDAGKOP) Kota Jayapura. di ikuti oleh lima kelompok di bagi dari kelurahan Asano, Yobe, Koya Koso, Kota Baru, Nafri, diwakili oleh dua puluh lima orang mama asli Papua.

Dengan materi, pewarnaan, pembatikan, design, pencatingan, pengecapan. Hasil  yang di capai beberapa lembar kain panjang, dan taplak meja, instruktur bapak Yohanes Riwanto dari Yogjakarta yang sudah membagikan ilmu dalam proses membatik yang baik dan benar. (Fransisca /LintasPapua.com)

 

Related Articles