Terlalu lama di Hutan, Billy dan Bernyamin Ingin Kembali Bangun Keerom

Category: Lintas Papua 19 0
Asisten I SetdA Keerom saat bersama dua warga pelintas batas negara. (Rif /Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS PAPUA) —- Asisten I Setda Keerom, Sucahyo Agung DA, SIP, MSi, mengemukakan Pemkab Keerom menyambut baik bilamana ada warga Indonesia yang selama ini berada di Negara tetangga dan berniat balik ke Indonesia.

‘’Memang saat upacara Hari Kesaktian Pancasila kemarin, ada dua warga perbatasan yang selama ini berada di hutan ingin bergabung kembali dengan saudara-saudaranya yang ada di Indonesia. Jadi disini kita tidak bicara politik atau apapun, intinya kita selaku pemerintah menerima mereka sebagai keluarga besar kita, anggaplah mereka adalah pelintas batas yang ingin kembali ke wilayah kita dan setelah kita telusuri memang mereka ada hubungan kekerabatan dengan saudara-saudara mereka yang di Kampung Kibay maupun di Wembi, Arso timur,’’ungkapnya kepada wartawan belum lama ini di ruang kerjanya.

Asisten  I  juga mengemukakan, bahwa kedua warga yang dimaksud yaitu Billy Woi dan Benyamin Wel, memang pada kesempatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut menyatakan ingin kembali ke Indonesia dan menyerahkan sepucuk senapan tanda bahwa mereka sudah tak ingin kembali ke hutan lagi.

Baca Juga :  Suplai Benih Ikan ke Papua Sebagian Besar Dari Luar Daerah

‘’Soal keinginan kembali ke kita, saya kira itu normative, karena kita tak ingin melanggar aturan, niat baik mereka tetap akan kami terima. Tetapi kita akan tetap ikuti langkah-langkah yang diperlukan sesuai aturan. Apalagi mereka sudah menjadi bagian dari negara tetangga, tentunya kita akan ikuti langkah-langkah sesuai aturan dan prosedur hukum berlaku,’’tambahnya.

Sucahyo agung juga menambahkan, bahwa ini bukan hal baru bagi Pemkab Keerom, karena hal serupa pernah terjadi di tahun 2009 bahkan dengan skala yang lebih besar. ‘’Tahun 2009 lalu, kita juga lakukan repatriasi warga dari sebelah ke wilayah kita, jadi ini bukan barang baru. Namun untuk proses ini tentunya kita secara berjenjang juga melapor ke pemerintah pusat untuk izin. Beliau berdua juga secara berjenjang harus mendapat izin dari pemerintah masing –masing. Karena proses ini masih panjang dan ada banyak kemungkinan, bisa saja pemerintah kita terima atau tolak demikian juga pemerintah mereka. Yang jelas kita akan ikuti sesuai prosedur yang berlaku,’’tegasnya.

Baca Juga :  Hari Kedua di Singapura, Presiden Jokowi dan PM Long Bahas Peningkatan Kerja Sama

Sementara itu dua orang pelintas batas tersebut, Billy Woi dan Benyamin Wel, mengemukakan bahwa mereka selama ini lahir dan besar di hutan antara Tami dan Bewan. ‘’Kami waktu itu lahir dan besar di hutan bersama orang tua kami, namun kini mereka sudah meninggal dan kami sekarang ingin kembali kepada kelaurga besar kami Menangkir di Arso Timur, maka kita mau hidup tenang dan siap tinggal serta membangun perbatasan bersama saudara-saudara,’’jelasnya menjawab HPP pada kesempatan tersebut.(rif /Koran Harian Pagi Papua)

Related Articles