Kampung Skouw Yambe, Sae dan Mabo Menuju Wisata Hujan Sagu

0
174
KEINDAHAN TELUK YOUTEFA. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
KEINDAHAN TELUK YOUTEFA. Sebagian daerah masih ditanam pohon sagu hingga holtekamp sampai Kampung Skouw Yambe dan sekitarnya. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pertanian terus berupaya mendorong budidaya pohon sagu dengan terciptanya hutan sagu yang dapat didorong menjadi wisata hutan sagu di wilayah Kota Jayapura.

 

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Jean Rollo kepada awak media saat ditemui di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (5/10).

 

“Dari tahun ke tahun kami terus melakukan penataan pohon sagu yang diproduksikan sebagai makanan pokok yang konsumsi oleh masyarakat Kota Jayapura, sehingga kedepannya kami berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru di bidang pariwisata, dengan adanya wisata hutan sagu,” ujarnya.

 

Menurutnya, jika hutan sagu itu sudah menjadi obyek wisata, banyak pengunjung akan datang untuk melihat langsung bagaimana cara masyarakat menokok atau pangkur sagu, makan papeda, buat papeda yang dibungkus, bahkan membuat keranjang dari daun sagu, semuanya ada di satu kawasan tersebut.

 

Lanjutnya, penataan hutan sagu ini difokuskan dibeberapa kampung yang ada di Kota Jayapura, termasuk Kampung Skouw Yambe, Sae dan Mabo. Yang mana penataan pohon sagu itu ada yang non budidaya, artinya tidak ditanam atau tumbuh sendiri.

Sajian Sagu dengan kelapa, menjadi santapan khas Budaya Papua. (Foto Whens Tebay)

Diakuinya, pohon sagu harus dibudidayakan, di dorong dan dikembangbiakan karena komoditas nasional seperti beras yang meningkat dikalangan masyarakat hingga komoditas lokal seperti sagu ditinggalkan.

 

Untuk itu, Rollo berharap dengan adanya penataan pohon sagu, masyarakat makin bangga dan mencintai produk lokal seperti sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua khususnya Kota Jayapura. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)