Sabar Iwanggin Terpilih Kembali Pimpin Ombudsman Papua

0
170
Ketua Ombudsman Perwakilan Papua, Sabar Olif Iwanggin, saat diwaancara media di Kantor Walikota Jayapura. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Ketua Ombudsman Perwakilan Papua, Sabar Olif Iwanggin, saat diwaancara media di Kantor Walikota Jayapura. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Ombudsman Republik Indonesia (ORI) resmi mengangkat kembali enam kepala perwakilannya di enam provinsi untuk periode kedua. Salah satunya dari Provinsi Papua, Sabar Olif Iwanggin, di Jakarta.

Hal ini dibenarkan  Asisten Ombudsman Papua, Melania P. Kirihio, sekaligus menjelaskan, bahwa kondisi ini telah diketahui setelah adanya informasi Ketua ke Jakarta dan dilantik.

“Sebelumna telah ada penilaian dari berbagai unsure eksternal dan internal, termasuk dari wartawan dan akademisi hingga pemerintah daerah, terlebih ang Selama ini menjadi mitra Ombudsman Papua,” ujar Melania P. Kirihio, saat ditemui di Kantor, Jumat (6/10/2017).

Dikatakan, bahwa tim ang memberikan penilaian adalah dari pusat, sehingga semua keputusan dilakuka disana dan ada juga beertahan dipiliih dan ada ang diganti.

“Kalau demikian, maka kita akan lanjutkan perjalanan ini lima tahun kedepan untuk melaksanakan tugas – tugas sesuai dengan fungsi yang ada,”  katanya.

Sementara itu, dari informasi yang diterima, Selain Ketua Ombudsman Papua, Sabar Olif Iwanggin, juga terdapat  enam kepala perwakilan yang resmi diambil sumpah jabatannya pada Selasa (3/10) di kantor Ombudsman RI Jakarta, yakni kepala OmbudsmanPerwakilan Provinsi Aceh, NTB, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Tim ORI pusat juga bertemu dengan pemerintah daerah setempat, perguruan tinggi maupun media massa. Sehingga, perpanjangan dilakukan mengacu prestasi mereka masing-masing. Bagi yang tidak diperpanjang pun, mereka bisa menerimanya.

Asisten Ombudsman Papua, Melania P. Kirihio, di Kantor di Tanah Hitam Abepura. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Ketua Ombudsman Prof Amzulian Rifai mengatakan, dari sembilan perwakilan yang habis masa jabatannya tahun 2017, enam yang diperpanjang untuk periode kedua.

Dikatakan, Perpanjangan tersebut dilakukan bukan berdasarkan suka atau tidak suka. Tapi mengacu rekomendasi tim yang secara independen mendalami kinerja mereka selama lima tahun pemimpin di daerah.

 

“Perpanjangan itu bukan main feeling, main tunjuk, kira-kira baik apa enggak. Kami sayang semua pada sembilan kepala perwakilan. Tapi karena ini kantor publik, tentu tidak bisa like and dislike, maka kami melibatkan tes psikologi,” ujar Amzulian, yang dikutip dari  jpnn.com di kantornya, Selasa (3/10/2017) kemarin.

Tes psikologi itu menurutnya,  dilakukan secara independen oleh lembaga psikologi terapan Universitas Indonesia (UI). Sehingga, hasilnya tidak bisa ditawar-tawar.

“Sehebat apa pun kalau hasil tes psikologi tidak disarankan, kami tidak mau ambil risiko (mengangkat kembali),” tegas dia.

Selain tes psikologi, pengangkatan kembali enam kepala perwakilan dilakukan setelah dilakukan serangkaian penilaian secara internal melibatkan kantor daerah, staf, asisten tanpa melibatkan kepala perwakilan yang dinilai.

Ombudsman Perwakilan Papua. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

“Harapan kami tentu saja supaya amanah yang diberikan tidak mengurangi semangat mereka, karena mereka yang bekerja di Ombudsman  perlu semangat, dan komitmen luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ombudsman Perwakilan Papaua, Sabar Olif Iwanggin ketika dikonfirmasi  belum menjawab, dimungkinkan masih sibuk menyiapkan agenda – agenda baru untuk lima tahun periode keduanya dalam memimpin lembaga pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Papua. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)