Pengusaha Peternak Papua Sikapi Pernyataan BMD

0
7
Benyamin Gurik dan Yan Matuan, saat memberikan keterangan pers (LintasPapua.com)
Benyamin Gurik, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth JoUAMILENA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Ketua Pengusaha Peternak Provinsi  Papua,  Benyamin Gurik mengatakan,  Terkait pernyataan Boy Markus Dawir,  bahwa Kadis PU  harus bertanggung jawab, tentunya menjadi pertanyaan adalah dalam kapasitas apa ??

“Kami pertanyakan adalah dalam kapasitas apa hal ini disampaikan, sebab Kadis PU punya mekanisme melakukan pembagian proyek GEL, akan tetapi jangan di desak mengurus hal tersebut,” ujar Benyamin Gurik., kepada media ini melalui pesan singkatnya, Sabtu (7/10/2017).

Dikatakan, bahwa pihaknya  juga pengusaha,  tapi menghormati kebijakan yang dibuat oleh Kadis PU,

“Karena menurut kami, hal  itu  untuk mendidik kami pengusaha Pribumi,” katanya.

Pihaknya meminta, kepada  Gubernur Papua untuk menegur Boy Dawir supaya berhenti membuat pernyataan yang meresahkan masyarakat.  Apalagi memprovokasi untuk membuat kegaduhan,” pintanya.

 

Benyamin Gurik, yang juga Wakil Ketua I Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) ini  berharap, agar pengusaha Papua harus mendapat didikan dan tidak cengeng

“Tentunya kaitan dengan itu, bahwa Boy Dawir adalah Anggota DPR Papua, yang membahas APBD dan mengawasi pelaksanaannya, sehingga jangan buat komentar  untuk kepentingan kelompok,” katanya.

Sementara itu, terkait hal ini Anggota Komisi IV DPRP Provinsi Papua, Boy Markus Dawir menjelaskan, bahwa dirinya sebagai wakil rakyat menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan atas kondisi yang terjadi, dimana masyarakat asli Papua yang dijanjikan mendapat proyek, namun tidak mendapatkan.

“Sangat jelas disoroti adalah kontraktor Orang Asli Papua (OAP) yang menagih janji Kadinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua yang menjanjikan akan membagikan sejumlah paket – paket kecil melalui sistem penunjukan langsung sudah semestinya harus di tepati oleh Kadinas PU Provinsi Papua, apalagi sampai demo beberapa hari di Kantor Dinas PU Papua,” katanya.

 

Menurutnya,  aksi tiga hari berturut – turut yang dilakukan oleh sejumlah kontraktor GEL adalah bagian dari perjuangan mereka untuk ambil bagian dalam proses pembangunan di Papua, selain itu juga sebelumnya Kadinas PU, Djuli Mambaya sendiri yang menjanjikan, jadi wajar bila kontraktor menuntut dan mesti di carikan jalan keluarnya agar tidak ada gejolak.

“Saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan sebagai wakil rakat, apalagi masalah ini terjadi depan mata kita, sekitar tiga ratus lebih pengusaha asli Papua, apakah ada yang bisa menolong mereka, jadi saya kira jangan terlalu cepat juga menilai hal ini, karena semua demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Ditegaskan, bahwa kalaupun diminta Gubernur Papua menegur dirinya, tentunya akan dijawab sebagaimana mestinya sebagai fungsi control wakil rakyat dan sudah menjadi hal yang harus diperjuangkan, bahwa pengusaha asli Papua harus didukung. (Eveerth Joumilena)