APRI Papua Sambut Positif Rembuk Nasional 2017

0
32
Marchel Morin bersama Ketua Karang Taruna Kota Jayapura, Kundrath Tukayo, selaku Ketua APRI Papua. (Eveerth Joumilena)
Marchel Morin bersama Ketua Karang Taruna Kota Jayapura, Kundrath Tukayo, selaku Ketua APRI Papua. (Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Papua, Kundrath Tukayo memberikan apresiasi atas kegiatan Rembuk Nasional dengn tema membangun kesejahteraan rakyat.

“Hal ini disampaikan sekaligus menjadi  pesan kepada panitia, agar dapat lebih memperhatikan masalah kesejahteraan, karena  tujuan dan sasaran dari Rembuk Nasional untuk membangun kesejahteraan rakyat serta menata potensi pertambangan nasional,” ujar Kundrath Tukayo, Rabu (4/10/2017).

Disampaikan,  bahwa  APRI memberikan masukan  agar adanya perhatian pemerintah kepada  masyarakat penambang, sebab  bisa memberikan sumbangsi kepada pemrintah sekitar 10 triliuan pertahun.

“Pemerintah harus membuat regulasi, sehigga para penambang  lebih diperhatikan,  satu orang penambang di bebankan satu gram perminggu, sehingga jika totalkan 3 juta penambang di seluruh Indonesia, dalam satu tahun bisa mencpai 10 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Rembuk Nasional 2017, Ir. Anang S. Kusuwardono mengatakan, bahwa , dalam diskusi di Universitas Cenderawasih juga diundang  tim ahli  atau tim perumus rembuk di daerah pada bidang Ketahanan Energi dan Pertambangan, dengan tema menata potensial dan industri pertambangan nasional. “Tentunya semua saran masukan akan diterima dan akan lebih difokuskan pada capaian  pemerintah selama tiga tahun,” tandasnya. (*)