Siapkan UKM, Disperindagkop Latih 25 Mama Papua Kreasikan Batik Port Numbay

0
3
Kepala Disperindagkop Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, saat diwawancara. (Fransisca/LintasPapua.com)
Kepala Disperindagkop Kota Jayapura, Robert L. N. Awi (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Jayapura mengadakan pelatihan teknis kreasikan batik khas Port Numbay, diikuti sebanyak 25 perwaklan dari berbagai kampung dan kelurahan yang ada,  di Aula Kantor SMKN 5 Kota Jayapura,  Kamis (5/10/2017)

 

Sebagaimana program ini ditujukan untuk masyarakat asli Papua, 25 orang perwakilan, terdiri dari perwakilan Kelurahan Asano 4 orang, Kelurahan Yobe 5 orang, Kelurahan Kota Baru 5 orang, Kampung Nafri 6 orang, Kampung Koya Koso 5 orang mengikuti program pengembangan industri kecil dan menengah ini, berlangsung mulai pada tanggal 5 hingga 12 Oktober 2017.

 

Ketua Panitia Kegiatan, Ahmad Saiful, ST.,  menjelaskan bahwa Disperindagkop Kota Jayapura membuat program kegiatan pelatihan teknis Batik motif Port Numbay dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Mama Mama Papua tentang cara membatik baik dan benar hingga pada akhirnya menghasilkan batik yang berkualitas, dengan harapan Mama Mama Papua yang sudah di latih bisa menjadi wirausaha baru di bidang batik.

 

“Kegiatan  Pelatihan Teknis Batik Port Numbay,dalam rangka Program Pengembangan Indistti Kecil dan Menengah, sekaligus  Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan serta peningkatan skill bagi pelaku Wirausaha atau juga Home Industri Ekonomi Kreatif binaan Pemerintah Kota Jayapura,melalui Disperindakop Kota Jayapura,khususnya batik dengan Motif Port Numbay,” ujar Ketua Panitia,  Ahmad Saiful, ST.

Suasana Foto Bersama, usai kegiatan. (istimewa)

Dijelaskan, pelatihan Ketrampilan ini diikuti sebanyak 25 peserta dari perwakilan 3 Kelurahan dan 2 Kampung Adat di Kota Jayapura,masing-masing ialah,Kelurahan Asano 4 Orang,Kelurahan Yobe 5 Orang,Kelurahan Kota Baru 5 Orang,Kampung Nafri 6 Orang,dan Kampung Koya Koso sebanyak 5 Orang.

 

 

Kegiatan Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 8 Hari terhitung pada pembukaan 05-12 Oktober 2017,dengan menghadirkan instruktur batik dari Balai Besar Kerajinan dan Batik,Kemenperindak RI.

 

Sementara itu,  Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, Drs.Frans Pekey. M.Si,. saat membuka kegiatan ini mengharapkan beberapa hal mendasar sebagai orientasi out put pelatihan ini mengharapkan agar para pengrajin batik khususnya motif Port Numbay kedepan akan menjadi UKM yang berdaya saing.

 

 

Disamping itu mama-mama pelaku UKM perlu juga mengetahui pengetahuan Managemen Bisnis,penetrasi pasar,pengembangab design yang inovatif dan memanfaatkan tehnologi pasar melalui jaringan online agar cakupan pasar lebih luas.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindakop dan UKM Kota Jayapura , Robert  L. Awi menuturkan, bahwa pelatihan ini guna menyiapkan kelompok binaan UKM dalam menyambut pangsa pasar dan peningkatan kualitas yang bernilai jual nasional.

Kepala Disperindagkop Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, saat diwawancara. (Fransisca)

 

 

 

 

“Pasar kami sudah siap di Kota Jayapura,hanya saja masalahnya bagaimana kami bisa mendapat batik motif khususnya Port Numbay itu yang jadi masalah, yang kedua tentang kualitas produknya,ini yang pertama melatih mereka Distrik Abepura,kami mengembangkannya agar kualitasnya baik,mereka sudah punya dasar, sebelumnya,” ungkapnya.

 

 

“Yang pertama melatih para mama yang pertama adalah distrik abepura kami sekarang bertugas untuk mengembangkan keterampilan mereka, jadi sudah punya dasar membatik, sedangkan intruktur yang berpengalaman dari Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas, keterampilan mereka sehingga produk batik yang di hasilkan memiliki kulaitas layak jual atau dipasarkan,” jelasnya.  (Fransisca /LintasPapua.com)