Membangun Kabupaten Jayapura Butuh SDM Handal

0
82
Papeda dan Ikan Mujair, siap disantap dengan hiloy (garpu bale papeda). (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si. (Irfan)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kabupaten Jayapura yang sudah mencanangkan Kabupaten Layak Anak (KLA), maka untuk meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Jayapura yang handal, berkarakter dan sebagai bentuk integrasi komitmen, serta sumberdaya pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat yang berkelanjutan dalam program kegiatan pemenuhan hak anak.

 

Maka itu, Pemerintah Kabupaten Jayapura yang berkomitmen menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) lewat pencanangan KLA yang dilakukan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw itupun menyampaikan solusinya yaitu membangun Kabupaten Jayapura membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

 

“Jadi, untuk membangun atau pembangunan Kabupaten Jayapura itu, membutuhkan SDM yang handal. Dalam rangka menghasilkan SDM yang handal, maka dibutuhkan perhatian yang ekstra terhadap anak mulai dari dalam kandungan hingga anak dilahirkan sampai sekolah,” ujar Bupati Mathius Awoitauw, belum lama ini.

 

Ditambahkan, bahwa untuk persiapan SDM bagi Papua ke depan itu harus bicara, bagaimana mempersiapkan generasi muda atau anak-anak usia dini tersebut dengan mempunyai program yang jelas.

Papeda dan Ikan Mujair, siap disantap dengan hiloy (garpu bale papeda). (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Mathius mengatakan, ke depan pemerintah perlu mempersiapkan SDM anak mulai dari kampung dengan pendidikan-pendidikan yang ramah anak dan juga aktivitas-aktivitas yang memberikan kebebasan, serta suasana yang nyaman bagi anak-anak.

 

“Oleh karena itu, kita berharap arena-arena atau wadah-wadah yang ada di kampung seperti Posyandu dan PAUD ini yang akan menjadi perhatian kita untuk mendorong bagaimana semua wadah-wadah yang ada ini juga dapat berbicara tentang perlindungan anak dan pemberdayaan bagi generasi muda yang di mulai dari usia dini atau usia sekolah,” harapnya kepada wartawan, kemarin.

 

 

 

Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Selain itu, Mathius menambahkan untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Karena anak merupakan investasi masa depan.

Disebutkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada WVI karena mereka telah masuk hingga di tingkat Kampung, yakni ada 18 Kampung di daerah ini sebagai binaannya mereka yang tersebar di 3 Distrik meliputi Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur dan Distrik Ebungfauw. Sehingga pemerintah daerah tetap mendukung semua program yang telah dilakukan oleh WVI.

“Dengan demikian, kami berharap disamping adanya peran pemerintah, pelaku usaha juga memegang peranan penting dalam perkembangan dan juga mendukung Kabupaten Layak Anak (KLA) sampai ke pelosok kampung di daerah ini, yang kami awali dari Kampung Layak atau Ramah Anak guna menuju Kabupaten Layak Anak tersebut,” imbuhnya. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)