Awas Banyak Obat Palsu, BBPOM  Musnahkan  2.323  Produk

0
6
Saat Pembakaran berbagai jenis obaty ang tidak memilu kapan
Suasana Jumpa Pers

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura memusnahkan 2.323 item produk  yang  tidak memenuhi ketentuan (TMK) di dampingi Kapolda Papua, dan Instansi terkait, bertempat di BBPOM Jayapura, Rabu (4/10/2017).

 

Hal ini sebagai reaksi dari gerakan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, produk yang di musnahkan sebagai berikut, produk obat, makanan, kosmetika, obat tradisional atau jamu,dan suplemen kesehatan sebanyak 2.323 item produk atau 63.405 buah. Dengan nilai perekonomian mencapai lebih dari 400 juta Rupiah.

 

Dengan rincian, ditemukan produk tidak memenuhi ketentuan (TMK ) terdiri dari obat sebanyak 48 jenis, pangan sebanyak 1.589 item, kosmetika sebanyak 453, obat tradisional 73 item dan hasil oprasi gabungan nasional dengan temuan produk tidak memenuhi syarat sebanyak 48 jenis dengan nilai ekonomi sebesar Rp 423.621.316.

 

Kepala BBPOM Jayapura, Mudi Yunita Bukit, Apt mengatakan, aksi itu dilakukan dalam rangka aksi nasional BPOM tengah menyusun tiga strategi yang meliputi strategi pencegahan, pengawasan dan penindakan. Strategi pencegahan meliputi perkuatan regulasi, komunikasi, informasi dan edukasi termasuk pemberdayaan masyarakat.

Saat Pembakaran berbagai jenis obaty ang tidak memilu kapan

Ia menambahkan, meningkatkan koordinasi lintas sektor. Kemudian, untuk strategi penindakan dipusatkan pada tahap importasi, produksi dan distribusi melalui tiga pendekatan.tiga pendekatan itu yakni pemetaan kasus, dan potensi rawan kasus, kerjasama lintas sektor dan penyusunan pedoman kerja.

“Pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat pada 4 Oktober 2017 kali ini merupakan momentum upaya terpadu seluruh pemangku kepentingan dalam melindungi masyarakat dari peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat,” katanya.

Diakui, dengan melihat kondisi penyalahgunaan obat yang sangat mengkhawatirkan, kata dia, BPOM memandang kondisi ini sebagai kejahatan kemanusiaan karena mengancam masa depan generasi penerus, keamanan serta ketahanan bangsa.

“Oleh karena itu, BPOM menginisiasi aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat,” tandasnya. (Fransisca /LintasPapua.com)