Friday, 24 Nov 2017
Berita Kenambay Umbay Sosial Masyarakat

Drama Misterius Karya Suster Nani Lie Akhirnya Berakhir

* Mobil Sengaja Didorong ke Danau Sentani

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Masih terbayang di ingatan kita kisah tragis hilangnya Suster Nani Diana Lie (25), setelah mobilnya ditemukan terperosok di Danau Sentani, Kampung Yoka, Distrik Heram pada tanggal 26 September 2017 lalu.

Kini kisah tragis itu telah terungkap, setelah Nani ditemukan oleh keluarganya pada pukul 20.30 WIT di wilayah Abepura,  Senin (2/10), dalam keadaan sehat.

Padahal kisah terperosoknya mobil Toyota Etyos warnah biru itu sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Mulai dari dikabarkan diculik, dirampok bahkan juga di sekap pun menjadi dugaan masyarakat.

Namun tak ada yang menyangka, ternyata peristiwa yang sempat dianggap misterius itu adalah rekayasa atau scenario yang dibuat oleh Nani sendiri. Belakangan dikabarkan yang bersangkutan depresi lantaran di jodohkan dengan seorang lelaki oleh kaluarganya. Sementara Nani diduga terlibat cinta sesama jenis.

Tampak Suster dengan mobilnya saat masih bagus, yang ikut dalam drama perusakan dengan mendorong ke Danau Sentani. istimewa)

Terungkapnya kasus ini membuat masyarakat berkomentar di media sosial dengan menyebutkan Nani seperti seorang sutradara handal. Layaknya di sandingkan dengan sutradara film “Ada Apa Dengan Cinta” yaitu Rudy Soedjarwo.

Belum ada komentar dari pihak keluarga maupun Nani drama yang buatnya. Sementara kepolisian sudah melakukan penyelidikan dengan berencana memeriksa korban dan seorang rekan korban berinisial A yang diduga ikut membantunya.

 

Baca Juga :  Pemprov Akan Berikan Uang Tunai Untuk Anak Usia Dini di La Pago dan Mee Pago

“Kurang lebih selama sepekan ini kita melakukan penyelidikan. Hasilnya, kita sudah mengetahui kalau Nani masih hidup. Hanya saja, sebelum korban ditemukan kita belum bisa memastikan keberadaannya,” ungkap Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait, di Jayapura, Selasa (3/10/2017).

Mantan Kapolres Keerom itu menceritakan, kalau Nani saat ini berada di rumah orang tuanya di Jalan Furia, Kotaraja, Distrik Abepura Kota, dengan kondisi sehat, hanya saja sedikit mengalami defresi.

“Dari keterangan saksi-saksi yang kita kumpulkan, Nani mengalami permasalahan dengan keluarga, dimana permasalahan itu tak bisa dipecahkannya sendiri, sehingga dia (red,) mengambil jalan pintas, dengan membuat skenario seperti ini,” katanya.

Tober menjelaskan, usai yang bersangkutan menjatuhkan mobilnya ke dalam danau, langsung meninggalkan Kota Jayapura menuju Surabaya.

Foto Mobil dan Suster yang beredar di facebook dengan berbagai komentar. istmewa)

“Jadi selama beberapa hari ini, Nani berada di Jakarta dan menginap disana bersama temannya berinisial A. Diketahui, yang bersangkutan kembali pada tanggal 1 Oktober lalu.,” ujarnya.

Lelaki berdarah batak itu menegaskan, akan menyelidiki unsur hukum seperti apa yang dilanggar oleh Nani, agar yang bersangkutan mendapat efek jera atas perbuatannya.

“Tapi semua tergantung keluarga. Apakah membuat laporan atau tidak. Apalagi ada kendaraan yang dirusak olehnya. Untuk temannya yang membantu, tentu bisa dijerat. Tapi skenario ini dibuat oleh Nani atau dia yang menjadi tokoh utama. Jadi, Nani dan temannya bisa diproses hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Pesawat AMA PILATUS PK-CRX Lama Beroperasi di Pegunungan

Disamping itu, lanjut Tober, pihaknya akan mencari tau, asal muasal KTP yang di ganti atau di scan namanya, untuk mengelabui petugas bandara, saat hendak kabur ke Surabaya.

“Ada informasi KTP-nya di scan dan diganti namanya. Namun ada juga informasi kalau KTP temannya yang digunakan. Nanti, kita akan cek kebenarannya,” lugasnya.

Usaha pencarian yang sempat dilakukan, sebab mobil yang rusak, namun tidak ada korbannya, yang ternyata hanya sebuah drama kehidupan. (istimewa)

Tober berencana sore ini melakukan pemeriksaan terhadap Nani.

“Kita tengah berkoordinasi dengan keluarganya untuk pemeriksaan terhadap Nani. Kalau bisa yang bersangkutan di dampingi psikiater, mengingat kondisinya yang masih defresi,” paparnya.

Terungkapnya drama ini, ungkap Tober, diharapkan masyarakat yang melintas di daerah Yoka tak lagi khawatir atau pun takut, lantaran daerah itu aman untuk di lalui.

“Saya akui, sejak terjadi kasus ini, banyak warga yang tak nyaman melintas di area lokasi kejadian. Karena, daerah itu sempat dicap ada sekelompok pencuri dan juga perampokan. Dengan terungkapnya kasus ini, artinya daerah itu aman,” paparnya. (jrp /Koran Harian Pagi Papua)