Tanam Kopi-nya Sejahtera Petani-nya

0
10
Sagu Kacang dan  Kopi Papua menjadi sajian yang asyik saat bersantai dan berdiskusi. (Eveerth /LintasPapua.com)

Oleh : Andrias Gobai, S.Sos

Sebuah catatan pada hari Kopi Sedunia 1 Oktober 2017

A. Pengantar

Kopi telah menjadi bagian dari hidup, karena Kopi merupakan salah satu komoditas penting di dalam perdagangan dunia yang melibatkan beberapa negara produsen dan banyak negara konsumen termasuk Indonesia. Indonesia termasuk salah satu Komoditas unggulan dan Penghasil Kopi urutan ketiga setelah Brasil dan Vietnam.

Khususnya Provinsi Papua, Kopi Telah menjadi bagian dari sejarah Papua, Khususnya diPegunungan Tengah Papua Pertama kali ditanam dan dikenalkan oleh Pastor Hubert Zuwarjs,OFM di Daerah Idakebo dan selanjutnya dikembangkan di Daerah Mapia Khususnya di sekitarParoki Modio dan Paroki Timeepa. Selanjutnya Tahun 1970-an dikembangkan di Pegunungan Mapia dan Lembah Kamuu melaluiYayasan P5.

Setelah P5 kembangkan Kopi di beberapa lokasi seperti Egebutu, Idakotu, Ugapuga,Puweta, melalui para penyuluh Lapangan yang direkrut oleh P5 Kopi Moanemani semakin populerdibeberapa tempat seperti di Piyaiye, Mapia, Kamuu, Tigi, Tage, Paniai, Intan Jaya, sampai diLembah Baliem termasuk Kopi Koteka di negeri Oplimapom Pegunungan Bintang.

Kopi Moanemani sebelum pemekaran yang masuk wilayah Kabupaten Nabire saat itu dikenalmakmur dan sejahtera masyarakatnya karena berhasil mengembangkan perkebunan Kopi dengan Tokoh utama Ir. Didimus Tebai, melalui Bapak Didimus Tebai Banyak penduduk diuntungkankarena menanam Kopi. Hasil Kopi saat itu bagus, bisa menjadi andalan perekonomian petani Kopi.

Pada masa Kejayaan Kopi sebelum Tahun 1997, Drs AP. Youw dengan APBD Nabire yang kecilbeliau berani menggarkan 1.000.000.000,00 (Satu Milyard) untuk pengembangan Kopi dihibahkanke Yayasan P5 Moanemani.Kopi Papua yang sempat terkenal sampai ke luar negeri berasal dari Pegunungan Tengah bagianbarat Kopi Moanemani yang berasal dari Mountain Mapiha dan Lembah Kamuu dan Pegunungan Bagian Timur adalah Kopi Baliem.

 

B. Tanam Kopi dan Sejahtera Petaninya.

 

16 Kabupaten Pegunungan Tengah Papua memiliki potensi pengembangan kopi karena Daratantinggi dipegunungan Tengah memiliki sejarah panjang tanaman kopi yang sangat popular diduniadikenal dengan Kopi Kopi Moenamani Papua yang punya keunikan rasa dan aroma khas arabika,namun Kopi Moanemani Papua yang mendunia itu kian redup dinegeri sendiri.

Andrias Gobai, S.Sos. (Foto Pribadi AG)

Satu dekade petani kopi di Pegunungan Tengah Papua meninggalkan lahan kebunnya. Parapetani tak lagi menanam dan merawat Kopi. Hal ini karena kopi tak cukup memberikan pemasukanatau pendapatan ekonomi untuk keluarganya. Ini salah satu sebab kopi lebih memilih kerjasebagai petani kacang tanah, beternak, dan buruh bangunan dari pada menjadi petani kopi.

Kopi Sesungguhnya menjadi tanaman bernilai ekonomi yang menjanjikan. Namun rantai ekonomikopi Papua kurang merekatkan para petaninya dengan konsumen dan jalur pasar kopi yang luasdan petani kopi tak bisa berjuang sendiri, tanpa sejumlah pihak yang punya kemampuan budidayapengolahan koneksi distribusi dan dukungan untuk mengembangkan dan mempopulerkan kopidari Kamuu-Mapia Kabupaten Dogiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak Papua, Nduga, Yalimo,Pegunungan Bintang Tolikara sampai ke Daerah Mamberamo Tengah. Selain itu, salah satu faktor menurunya perkebunan kopi di Papua adalah tidak adanya dukungandari para pelaku ekonomi dan pemerintah setempat.

Seperti di Dogiyai terkenal dengan Kopi Moanemani, tetapi pemerintah setempat tidak pernah mendukung, sehingga belum diberikanpembinaan penataan dan pengembangan petani kopi hilir hingga hulur sehingga produktivitas kopimenurun dan meninggalkan kebun kopi. catatan diatas menjadi koreksi penting bagi pemerintah / kabupaten-Kabupaten yang berpotensipengembangan kopi Papua kedepan, terutama bagi SKPD ekonomi dan para pihak lainnya dalamrangka mendukung pengembangan Kopi Papua dan mengembalikan kejayaan Kopi Moanemaniatau Kopi Papua kedepan.

 

C. Penutup

Artikel singkat ini saya tulis untuk mengadarkan para pihak dalam rangka mendorong pengembangan tanam dan rawat kopi Papua guna mengembalikan kejayaan Kopi Papua agar kita kembalikan marwah petani ”Bangga Menyeduh Kopi Papua” agar kita terus Bangkit dengan tanam kopi kita mandiri dengan kopi diatas dusun kita sendiri sendiri.

Oleh : Andrias Gobai, S.Sos.,MADi – Dogiyai Papua.