Rakyat Apresiasi Gubernur Percepat Pelantikan 14 Kursi DPRP

0
420
Suasana Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat jumpa pers di Gedung Negara, didampingi para pejabat. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)
Andrew Ireuw dan Hendrik Yance Udam, dari HIPMAS Papua, saat menggelar jumpa pers di Abepura. (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Gubernur Papua Lukas Enembe bergerak cepat untuk memproses pelantikan 14 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), pelantikan tersebut berdasarkan amanah Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Kekhususan orang asli Papua (OAP).

 

“Kami memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Papua, karena itu merupakan jatah dari otonomi khusus. Hal ini merupakan langkah maju dari sebuah proses politik yang ada,” ujar Ketua Himpmas Papua, Hendrik Yance Udam, kepada Harian Pagi Papua, Senin (2/10/2017).

Dikatakan, bahwa Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua (Hipmas Papua) memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Papua yang sudah bergerak cepat memproses pelantikan 14 kursi DPRP.

“Harapan kami terhadap 14 orang yang akan dilantik ini kiranya dapat bekerja secara maksimal untuk kesejahteraan OAP. Karena dari 14 orang tersebut merupakan putra – putra terbaik bangsa asal Papua, sehingga harus didukung oleh semua komponen masyarakat yang ada di Papua untuk kesejahteraan Orang Asli Papua,” katanya.

Diakui, dengan kehadiran 14 orang yang akan dilantik ini juga bisa menjadi mitra pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sebagai penyambung lidah rakyat asli Papua.

“Serta dapat menjadi tiang – tiang penjaga NKRI di tanah Papua sebagai garda terdepan pemantapan nilai – nilai kebangsaan yang ada,” tutupnya.

 

Sementara itu Secara terpisah sebelumnya, Jhon Gobai, selaku Wakil Rakyat yang terpilih dari Kursis Otonomi Khusus ini mempertanyakan, Yang terpenting adalah kapan kami dilantik, kami juga bukan buta huruf sehingga tidak bisa membaca, kami sadar dan tau tidak bisa membentuk fraksi karena itu fraksi adalah konfigurasi partai politik.

“Tapi sudah itu tidak apa apa, sekali lagi yang terpenting adalah kami mohon segera tetapkan jadwal sidang Pengambilan Sumpah janji Anggota DPRP, terkait dengan Hak dan tunjangan Anggota yang diangkat ini menggunakan Dana Negara bukan dana pribadi sehingga tidak usah jadi alasan, kalau sudah ada Perdasus dan sudah 14 Anggota yang siap dilantik maka harusnya sudah diperhitungkan hak dan tunjangan untuk 55 anggota melalui Pemilu dan 14 Anggota yang diangkat diusulkan dalam APBD Induk tahun 2016 atau 2017, bukan setelah ada SK baru mau diusulkan atau harus itu menjadi alasan untuk molornya pelantikan,” tandasnya.

Calon terpilih yang juga Ketua Dewan Adat Paniai ini, menegaskan Pemerintah Pusat lewat Depdagri sudah menyerakan SK 14 Anggota DPRP yang diangkat lengkap, dahulu dalam berbagai komentar kan jelas Pihak DPRP, mengatakan setelah SK dari Jakarta tiba maka akan dilakukan rapat Bamus DPRP untuk tetapkan jadwal sidang, Sekda Papua, mengatakan “setelah lebaran akan dilakukan pelantikan” kini SK sudah ada lebaran sudah lewat, lalu harus menunggu sampai kapan lagi, sebaiknya DPRP jujur saja serius atau tidak ingin melantik Anggota DPRP yang diangkat. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here