Friday, 24 Nov 2017
Sosial Masyarakat

Harus Dewasa Rohani, GPdI di Tanah Papua Rayakan HUT ke – 69

Tampak Pdt. Timotius Dawir, S.Th, selaku Ketua Majelis Daerah GPdI di Tanah Papua, dalam suasana Keceriaan Pesta Hari Ulang Tahun Gereja Pantekosta di Indonesia, sebelumnya. (GPdI). (Dolf Michael Faidiban Facebook)

*Ketua Majelis Daerah GPdI: HUT ke-69, GPdI Harus Menunjukkan Tingkat Kedewasaan Rohaninya.

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Ibadah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) GPdI di Tanah Papua ke-69 yang diselenggarakan Sabtu (30/9) lalu berlangsung dengan khidmat dan dibalut dengan kesederhanaan, di Lapangan Alm. Theys H. Eluay, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Ibadah yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut dipimpin oleh Pdt. DR. John Weol, M.Div, M.Th, yang juga Ketua Umum Majelis Pusat GPdI.

Kepada wartawan, Pdt. DR. John Weol, M.Div, M.M, M.Th, menyampaikan Kalau secara keseluruhan (Nasional), GPdI itu di tahun 2017 ini berusia 96 tahun. Jadi, empat tahun kedepan, tepat satu abad usia dari GPdI. Dan, menyebar di seluruh persada Nusantara yaitu dari Sabang sampai Merauke. Tetapi, khususnya untuk tanah Papua, GPdI telah eksis selama 69 tahun.

Dia juga menyampaikan, bahwa yang membawa Injil melalui wadah GPdI adalah orang-orang Papua itu sendiri, misalnya Pdt. (Alm) Jonathan Itaar.

Jadi, kalau hari ini ada perayaan ulang tahun semeriah ini, walaupun yang hadir ini kalau dari berbagai pelosok Papua itu hanya pimpinan wilayah dan komisi daerah (KD). Bukan warga, dan belum semua warga. Ya, ini hanya di sekitar Jayapura dan Sentani saja, tutur Pdt. John Weol yang juga Ketua Dewan Pembina Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia.

Baca Juga :  BTM Berdayakan Masyarakat Dengan Rp. 900 Juta Tiap Distrik
Keceriaan dan sukacita jemaat Tuhan dalam merayakan HUT GPdI. (Ocha Hanny Ohee Facebook)

Sementara itu, Pdt. Timotius Dawir, S.Th, selaku Ketua Majelis Daerah GPdI di Tanah Papua mengatakan, Harapannya gereja harus melaksanakan tugas pokoknya, yang pertama itu adalah pemberitaan Injil harus terus diberitakan sebagai fokus dari tugas gereja, yang merupakan amanat agung Yesus yaitu, pergilah ke seluruh dunia beritakan Injil kepada segala bangsa, serta siapa yang percaya di baptis dan di selamatkan.

“Gereja berkewajiban untuk mendidik umat Tuhan untuk menjadi orang-orang yang dewasa secara rohani. Orang-orang yang memahami kasih Allah, dan mengimpertasi kasih Allah kepada setiap orang,” katanya.

Pdt. Timotius Dawir, S.Th, menyatakan gereja juga berkewajiban untuk hadir di Tanah Papua guna memberkati Tanah Papua menjadi mitra pemerintah, menjadi mitra dari suku, menjadi mitra di tingkat kabupaten sampai ke tingkat kelurahan dan desa (kampung).

“GPdI harus menjadi berkat bagi tanah ini. Semua pimpinan-pimpinan gereja maupun warga GPdI dimanapun berada, saya berharap di usia yang ke-69 tahun ini, GPdI menunjukkan tingkat kedewasaan rohaninya,” harap Pdt. Timotius Dawir.

Bahwasannya sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan, dia harus mengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya. Serta dia harus mampu untuk menjadi berkat dimanapun dia tempatkan, baik di pemerintahan seperti Legislatif, Eksekutif, Yudikatif maupun usahawan dalam pelayanan tugas, maka GPdI berkewajiban untuk menjadi berkat bagi semua orang.

Baca Juga :  Pesawat AMA PILATUS PK-CRX Lama Beroperasi di Pegunungan

“Tantangan-tantangan yang kami hadapi adalah geografis Papua yang luas dengan jalur transportasi yang rumit dan jumlah pendanaan yang tidak pernah mencukupi. Namun tantangan-tantangan ini adalah cambuk Allah bagi kami untuk lebih bekerja lebih keras lagi dan bersama dengan Tuhan, ucapnya.

Suasana Perayaan Pesta Ulang Tahun GPdI. (Dolf Michael Faidiban Facebook)

Dalam Firman Tuhan mengatakan, Cakap Melakukan Perkara-perkara yang Besar. Kalau  bisa ada di usia 69 tahun ini,  disadari bahwa Tuhan lah yang sudah bekerja melalui seluruh hamba-hamba Tuhan. Baik para pionir-pionir, yaitu Pdt. Jonatan Itaar dan keluarga bahkan juga tokoh-tokoh Pantekosta yang sudah bekerja keras sampai saat ini. Sehingga kami GPdI tetap eksis, dan hingga saat ini kami sudah berkembang dengan luar biasa di tanah Papua ini,” tukasnya.

Dalam ibadah perayaan yang dihadiri oleh Wakil Ketua (Waket) Majelis Daerah GPdI, Boy Markus Dawir, hadir pula majelis wilayah, komisi daerah dan majelis klasis se-Papua serta warga jemaat GPdI se-Klasis Jayapura, Sentani dan Kabupaten Keerom. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)