Bupati Jayapura Minta Polisi Tindak Tegas Penyebar Hoaks

0
55
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)

*Bupati Mathius : Tindak Tegas  Penyebar Hoaks Demi Menjaga Ketenangan Masyarakat

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Aparat kepolisian harus berani untuk menindak dengan tegas dan keras para pelaku penyebar berita bohong p (hoaks) dan juga fitnah atau ujaran kebencian di media sosial (Medsos) seperti facebook (fb) dan berita media sosial lainnya.
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengharapkan, pihak kepolisian bisa menindaklanjuti hal itu demi menjaga ketenangan masyarakat di daerah ini.
“Itu sebenarnya ada aturan ITE. Kita berharap pihak kepolisian bisa menindak, karena itu sudah memperkeruh suasana dan mengganggu ketenangan masyarakat, serta hal-hal yang sifatnya menebar kebencian atau menebar kebohongan itu segera ditindak,” ujar Bupati Mathius Awoitauw, kepada wartawan di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (29/9/2017) pekan kemarin
Bupati Mathius mengatakan, inikan ada Undang-Undang yang mengatur mengenai informasi dan komunikasi. Aturan itu mengatur mengenai bagaimana beradab dalam berkomunikasi di dunia digital.
Ya, ada aturan mengenai informasi dan komunikasi, ITE, ada Undang-Undangnya itu.
“Saya pikir pihak kepolisian punya tugas untuk menertibkan dan juga menjaga suasana tetap aman serta damai di tengah masyarakat. Karena orang-orang ini kan sudah, atau senangnya memang bikin rusak untuk menciptakan kerusuhan. Apalagi kerusuhan ini biasa timbul dari orang-orang yang suka menebar kebencian dan kebohongan,” ujar Bupati Mathius.
Mathius menyebut atas dasar aturan itulah aparat penegak hukum bisa melakukan penindakan.
Jadi, mau tunggu apalagi. Nanti kalau terjadi sesuatu yang lebih parah lagi, baru kita mengurusnya setengah mati. Hal-hal ini yang harus ditindak segera oleh pihak kepolisian.
“Saya tidak mau banyak komentar, karena berita-berita yang resmi itu dari media-media yang resmi juga, yakni ada wartawannya, ada medianya dan ada ijinnya. Kalau berita yang tidak resmi, ya Polisi harus tindaklah dan tidak bisa dibiarkan begitu. Inikan meresahkan banyak orang,” ucapnya.
“Apakah sampai ada kerusuhan dulu baru mau ditindak. Inikan cara berpikir yang kadang-kadang juga kita tidak mengerti aturan-aturan seperti itu, tegas Bupati Mathius. (Irf/ Koran Harian Pagi Papua)