Friday, 24 Nov 2017
Kesehatan

BBN Apresiasi Keseriusan Pemkot Jayapura Cegah Peredaran Narkoba

Kepala BNN Provinsi Papua, Bambang Budi Santoso, dan Walikota Jayapura, saat penandatanganan MOU di Aula Sian Soor Kantor Walikota Jayapura. (Rudolf)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Badan Natkotika Nasional (BNN) Papua  memberikan apresiasi kepada  Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura  atas jalinnya kesepakatan mewujudkan Kampung Tanpa Narkoba (KTN),  hal ini dilakukan Guna mencegah semakin meluasnya peredaran narkoba dikalangan masyarakat.

 
“Masalah narkoba saat ini sudah sangat masif beredar di seluruh wilayah Papua, termasuk di wilayah Kota Jayapura, sehingga dengan kerjasama ini kami berikan apresiasi atas kerjasama ini,” ujar  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, Bambang Budi Santoso, selepas penandatanganan Master of Understanding (MoU) bersama Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano. MM,. di Kantor Walikota Jayapura,  Jumat (29/9/2017)
 
“Perlu kita ketahui bersama bahwa saat ini sudah tidak ada wilayah yang terhindar atau terbebas dari peredaran narkoba, termasuk wilayah perkampungan yang ada di Kota Jayapura, tak bisa kita pungkiri bahwa peredaran narkoba saat ini sudah semakin masif hingga ke pelosok,” Kata Bambang.
 
Terkait hal tersebut, Bambang menjelaskan, BNN Provinsi Papua dan Pemkot Jayapura, telah menjalin kesepakatan bersama dalam rangka bersinergi untuk mewujud nyatakan wilayah kampung di Kota Jayapura sebagai KTN.
 
Selain memberikan apresiasi kepada Walikota Jaypura, Bambang juga berasumsi, Badan Narkotika Kota/Kabupaten (BNK) menjadi alasan BNN Provinsi Papua mengambil langkah sigap menyikapi pesatnya peredaran narkoba sehingga untuk wilayah-wilayah kampung khususnya 14 kampung di Kota Jayapura peredaran narkoba bisa diminimalisir sedini mungkin, disamping meningkatkan peran serta masyarakat kampung khususnya untuk melakukan pencegahan peredaran narkotika di wilayahnya.
 
“Saya memberikan apresiasi kepada Walikota Jayapura, atas kesepakatannya untuk pengalokasian dana yang akan disesuaikan dan dialokasikan melalui  Dana Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK),” ungkap Bambang.
 
Lagi jelas, Bambamg, alasan kampung menjadi sasaran dikarenakan asal mula peredaran narkotika di Kota Jayapura itu berawal dari titik-titik wilayah perkampungan, bukan saja narkoba jenis ganja, sehingga perlu kita cegah agar tidak merambah pesat ke wilayah perkotaan.
 
“Bukan saja peredaran narkoba jenis ganja saja yang kita cegah, tetapi semua jenis narkoba yang beredar juga kita upayakan tidak merambah ke kampung-kampung,” tuturnya.
 
Selanjutnya Bambang berharap, dalam pelaksanaan nantinya akan  ada sinergitas kerjasama secara baik semua komponen seperti TNI/Polri, ASN, BUMN, BUMD, serta peran para tokoh dalam upaya mewujdkan KTN sebagai upaya salah satu pencegahan perlusan peredaran narkoba di wilayah Kota Jayapura. (Rudolf)
Baca Juga :  Resmi Menjadi Klasis GKI Port Numbay,  Pendeta Hein Carlos Terpilih  Jadi Ketua