Friday, 24 Nov 2017
Ekonomi

Pasar Baru Mama Papua Bukan Untuk Jualan Togel

Sejumlah mama – mama pedagang asli Papua saat temui wali Kota di aula kantor walikota di Entrop. (Eveerth)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., menegaskan, bahwa pembangunan pasar yang baru akan ditempat di Pasar mama – mama Papua bukan untuk jualan togel, sehingga tidak boleh ada yang berjualan togel ditempat tersebut.

Hal ini disampaikan saat menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari Solpap dan mama – mama pedagang asli Papua yang ditemui di Aula Sian Soor,  Kantor Walikota di Entrop, Rabu (27/9/2017).

“Saya tegaskan untuk  pasar baru yang akan ditempati, tidak lagi membawa togel didalamnya, terserah kalian mau lempar saya dengan sayur, tomat, mau maki saya silahkan, tapi togel tetap tidak boleh ada didalam pasar, ini negeri saya dan tanah saya, yang pernah lempar saya dengan sayur dan tomat, saya tidak akan balas,  tetapi Tuhan akan membalas semua,” ujar Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., dalam menjelaskan masalah Pasar baru.

Dikatakan, bahwa dirinya telah menanyakan beberapa kesiapan tempat yang nantinya akan ditempati oleh mama – mama Papua, yakni untuk lantai satu dua hingga lantai tiga akan ditempati semua.

Baca Juga :  Pertamina Region Maluku - Papua Mou Dengan Kejati
Mama – mama pedagang asli Papuaa usai pertemuan. (Eveerth)

“Sekali lagi untuk masalah yag lain menyangkut masalah tanah saya sudah bicarakan dengan suku – suku yang ada, sehingga mama – mama pedagang Papua tetap berkosentrasi dalam berjualan saja,” katanya.

Dijelaskan, bahwa sampai saat ini masih menunggu pelimpahan surat hibah dari pusat, pasar ini dibangun oleh Presiden Jokowi, k surat hibah nya untuk Pemerintah Kota Jayapura.

Ilustrasi Situasi Transaksi Jual Beli di Lokasi Pasar Mama – Mama Papua di Jalan Percetakan Kota Jayapura. (ksp.go.id)

Sementara itu sejumlah mama-mama pedagang asli papua dalam pertemuan tersebut mempertanyakan sejumlah hal, baik kepastian kapan akan segera dioperasikan, perlunya koperasi, fasilitas didalam pasar yang perlu di rubah dan akses jalan masuk dan keluar kendaraan,

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jayapura juga menyinggung adanya pasar pagi yang justru berjualan hingga siang hari di daerah Paldam, sehingga oleh Trantib Kota harus ditertibkan, sebab mengganggu pembelian di Pasar Mama – Mama Papua.

“Kalau dikatakan Pasar pagi berarti dari jam lima sampai jam delapan,  namun kadang sampai jam 10 hingga jam 12 siang, sehingga harus ditertibkan segera, jadi saya  minta Kasatpol untuk melihat pasar ini ditertibkan,” katanya, sambil berbicara langsung kepada pejabat yang kebetulan hadir dalam pertemuan tersebut. (Eveerth)