Friday, 24 Nov 2017
Kesehatan

Penghentian Deforestasi Kunci Perangi Perubahan Iklim

Foto bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua, Elia Loupatty bersama peserta GCF yang aru dibentuk di Jakarta, pekan kemarin. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua, Elia Loupatty menilai penghentian deforestasi (penebangan hutan) tropis maupun pemulihan lanskap (tata ruang diluar gedung) yang rusak, merupakan kunci memerangi perubahan iklim.

Hal demikian pula diyakini mampu menggantikan hingga sepertiga dari emisi gas kaca global. “Makanya saya menganggap pertemuan penting terbentuknya satuan tugas Gubernur untuk hutan dan iklim (Governors’ Climate and Forests Task Force atau GCF) di Jakarta pekan kemarin. Sehingga lembaga ini nantinya menjadi garda terdepan dalam pelestarian hutan secara internasional”.

“Dimana Satgas ini beranggotakan gubernur dari  35 provinsi dan negara bagian dari seluruh dunia,” tutur Elia Loupatty dalam rilis yang diterima, harian ini Senin (25/9/2017) kemarin.

Delegasi Papua dalam kegiatan itu, selain Asisten, Elia Loupatty, dihadiri Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi Noak Kapisa, serta perwakilan WWF.

Sementara Kota Balik Papan bakal menjadi ajang adu strategi yang positif dari para anggota GCF yang menguasai sepertiga hutan dunia. Misalnya, Gubernur Tiao Viana dari Acre, Brazil, yang bakal membahas bagaimana mereka mengurangi secara signifikan deforestasi dalam 10 tahun terakhir.

Baca Juga :  BNN Jayapura Rehabilitasi 54 Penguna Narkoba

“Makanya, kita harap kedepan GCF ini bisa harus mengatur strategi untuk mengurangi deforestasi tropis dan mendorong pembangunan rendah emisi,” tutunya.

Ilustrasi Hutan Papua, menjadi catatan menarik bagi investor untuk melihat Papua (/forest4climate.files.wordpress.com)

“Apalagi dalam pertemuan anggota GCF di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 25-29 September. Diharapkan pertemuan ini menjadi penting serta dapat menghasilkan pernyataan yang kuat dan terpadu untuk masalah kehutanan di Indonesia,” katanya

Dia menambahkan, kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan provinsi dari 35 negara ini diharapkan menjadi media para gubernur untuk berbagai kebijakan dan praktek dalam menjaga hutan tropis dan mengurangi deforestasi dan kelola lingkungan hutan di dunia.

“Sebab pertemuan ini membicarakan bagaimana membuat kerangka kerja para gubernur GCF dan kita sudah sampaikan untuk mencari donatur agar kerangka ini bisa berjalan dengan baik,” ucap dia. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)