Dugaan Korupsi Rp. 5 Miliar Pembangunan Jalan Kampung di Pegubin 

132
Hutan Papua, menjadi catatan menarik bagi investor untuk melihat Papua (/forest4climate.files.wordpress.com)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono. (R

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua telah meningkatkan perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2016 di Kabupaten Pegunungan Bintang yang menelan anggaran mencapai Rp. 5 Miliar, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Peningkatan perkara ini dilakukan, setelah kepolisian memeriksa empat orang saksi terkait dugaan korupsi pembangunan jalan poros pada lima Kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Adapun lima kampung diantaranya, jalan di Kampung Aldom Silifmata Distrik Oksibil, jalan di Kampung Parim Yakmor Dostrik Seram Bagor, jalan di Kampung Iriding Okbunding Disrtik Okibab, jalan di Kampung Okbon Minumbik dan jalan di Kampung Pepera Bungor Distrik Pepera.
Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono saat dihubungi wartawan dari Jayapura, Senin (25/9/2017).
Edi menjelaskan, empat orang yang diperiksa sebagai saksi itu adalah oknum pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemda Pegunungan Bintang dan pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal, ada tiga orang yang nanti akan kita tingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, kemungkinan penetapannya akan berlangsung pada minggu ini,” ungkapnya.
Edy pun membeberkan modus yang dilakukan para koruptor dalam mengambil keuntungan uang negara. Dimana paket pekerjaan jalan itu di pecah menjadi lima paket dan tak adanya proses lelang proyek dalam kasus ini.
“Proyek ini seharusnya dikerjakan dalam satu paket pekerjaan, namun dipecah menjadi lima proyek dengan nilai untuk masing-masing kegiatan sebesar Rp. 1 Miliar,” tambahnya.
Edy menjelaskan, dari hasil penyelidikan pekerjaan itu ternyata fikitf dan realisasinya 100 persen. “Sampai saat ini, kita masih menunggu perhitungan kerugian negara dari pihak BPK,” katanya.
Disinggung adanya laporan dari warga terkait dugaan kasus korupsi mencapai miliiaran rupiah terjadi di Pemda Pegungan Bintang ? Edy menegaskan laporan itu benar ada.
“Ya, kami sudah menerima laporannya. Kini penyelidikan atas laporan itu sudah dilakukan. Namun, banyaknya perkara dugaan korupsi disana, tentu akan kami selesaikan secara bertahap,” pungkasnya. (jrp/Koran Harian Pagi Papua)