SMAN 1 Sentani Gelar Nobar Film G30S/PKI

0
97
Foto Bersama Dewan Guru dan Siswa SMAN 1 Sentani Beserta Anggota Koramil Sentani Usai Menyaksikan Pemutaran Film G30S/PKI, di Aula SMAN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (22/9/2017) lalu. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)
Foto Bersama Dewan Guru dan Siswa SMAN 1 Sentani Beserta Anggota Koramil Sentani Usai Menyaksikan Pemutaran Film G30S/PKI, di Aula SMAN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (22/9/2017) lalu. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –   SMA Negeri 1 Sentani menggelar nonton bareng (Nobar) Film G30S/PKI di Aula sekolah tersebut, Jumat (22/9/2017) lalu.

Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes Anetha Mambieuw Hikoyabi, S.Pd mengatakan, nonton bareng (Nobar) itu diprakarsai Kodim 1701/Jayapura melalui Koramil Sentani yang bekerjasama dengan SMAN 1 Sentani, untuk mengetahui sejarah bangsa Indonesia dengan rasa antusias yang begitu tinggi dari para siswa-siswi SMAN 1 Sentani menyaksikan film G30S/PKI.

Dikatakan, hal ini ditayangkan karena selama ini mereka hanya mempelajari materi (peristiwa) G30S/PKI dari berbagai buku yang mereka peroleh.

“Tetapi, kali ini mereka boleh menyaksikan betapa kejamnya peristiwa tahun 1965 atau peristiwa yang dikenal dengan nama Lubang Buaya. Yang mana, mereka sangat antusias karena seluruh siswa berkesempatan menyaksikan film G30S/PKI,” katanya.

“Kami pikir Nobar ini hal yang positif karena didalamnya banyak hal yang bisa mereka petik, bisa mereka maknai dan bisa mereka ambil setelah menyaksikan pemutaran film tersebut,” tambah Agnes.

Menurutnya, digelar nobar film G30S/PKI ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejarah kepada para siswa.

Selama pemutaran film seluruh dewan guru mendampingi, terlebih khusus guru sejarah. Jadi, selama pemutaran film ini hanya disaksikan seluruh siswa dan dewan guru SMAN 1 Sentani, tidak ada dari pihak luar sekolah, kata Agnes saat ditanya wartawan harian ini usai pemutaran film G30S/PKI disekolahnya pada Jumat (22/9/2017) lalu.

Film G30S/PKI dulunya merupakan film wajib tahunan yang selalu diputar di televisi pada era Orde Baru (Orba). Kewajiban untuk menayangkannya di televisi dihentikan setelah masuknya era Reformasi. (Irfan/ Koran Harian Pagi Papua)