Kapolda Papua Sampaikan Kejahatan Dunia Maya di Kampus USTJ

0
9
Dosen USTJ, Irji Matdoan dan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar. (Foto Irjii Matdoan Facebook)
Dosen USTJ, Irji Matdoan dan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar., usai kegiata seminar bersama di Kampus USTJ Papua di Padang Bulan, Sabtu (23/9/2017) (Foto Irjii Matdoan Facebook)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, MH ., kembali membawakan materi dalam seminar tentang bahaya media sosial di Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Sabtu (23/9/2017).

Dalam penyampaiannya Kapolda Papua menyoroti, Perkembangan Teknologi yang sangat pesat di zaman sekarang semakin memudahkan manusia untuk melakukan aktivitasnya, tak hanya membawa dampak Positive tetapi juga dapat menimbulkan kehancuran bak bom nuklir jika tidak digunakan dengan baik.

Hal ini yang sudah sepatutnya menjadi tugas kita bersama dalam menjaga sekaligus mendidik generasi muda bangsa agar mampu dan siap memfilter hal-hal buruk dari kemajuan teknologi saat ini.

Hal ini disampaikan saat membawakan materi di Kampus USTJ Kota Jayapura dalam menyikapi hal tersebut menggelar seminar Kejahatan Dunia Maya atau Cyber Crime dengan tema “Menghindari kejahatan dunia maya serta menjadi pengguna internet yang cerdas”.

Kapolda Papua yang hadir sebagai pembicara di seminar tersebut mengatakan pengguna media sosial sampai saat ini sudah mencapai 100 juta pengguna yang mana dunia Maya sudah berkembang menjadi dunia baru dan warganya juga disebut sebagai netizen.

“Disana tumbuh sebagai budaya baru yang tentunya apabila dunia Maya ini yang disebut sebagai cyber space apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan pelanggaran hukum,” katanya.

“Disini kita belajar bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi informasi tetapi harus kita sadari bahwa apa yang kita lakukan di dunia maya ini sudah diatur dalam hukum publik” tambah Kapolda Papua.

Suasana Kapolda Papua saat membawakan materi di Kampus USTJ Papua, Sabtu (23/9/2017). (Foto Humas Polda Papua)

Polda Papua juga beberapa waktu lalu sudah mengungkapkan kasus cyber crime seperti judi online di Timika, pornografi melalui facebook, pornografi dan pemerasan melalui media sosial, pemerasan dan atau pengancaman melalui media sosial, penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui Facebook.

Sebagaimana yang diamanatkan oleh UU ITE, pemerintah dan masyarakat mempunyai peran dalam meningkatkan pemanfaatan Teknologi Informasi melalui penggunaan dan penyelenggaraannya, diharapkan dibentuk komunitas-komunitas anti Hoax atau bijak bermedia sosial di Papua seperti yang telah dilakukan di daerah-daerah lain.

Salah seorang Dosen USTJ, Irji Matdoan menyampaikan, Terima Kasih Kakanda Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, MH., selaku  Kapolda Papua yang telah hadir dan memberikan materi dalam Seminar Cyber Crime di kampus USTJ.

“Kami sampaikan terimakasih, semoga bermanfaat menambah wawasan bagi mahasiswa dan tentunya kita senang bisa bersama berbagi cerita tentang hal – hal yang kini menjadi perhatian dalam perkembangan teknologi dan era digital,” tandasnya.

 

Turut hadir dalam seminar tersebut Kapolda Papua, Irjen pol Drs. Boy Rafli Amar, MH., Kepala dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Ir. Sambodo Sumiyono. M.Si, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs.  A.M Kamal, SH., Wakil Rektor IV USTJ Dr. Suyatno, Dekan, Dosen dan peserta seminar, Sabtu (23/9).  (*)