Pemalangan Dua Sekolah di Sentani Berdampak KBM Berhenti Total

Masyarakat pemilik hak ulayat palang sekolah di Sentani, Jayapura, Papua. (Richard Mayor)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pasca pemAlangan dua gedung sekolah oleh masyarakat pemilik hak ulayat, Jumat 5 Agustus 2017 lalu, berdampak pada terganggunya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dua sekolah di Kabupaten Jayapura, Papua yakni, SD Negeri Kemiri – Sentani dan SMP Negeri 5 Sentani.

Pelamalangan itu lantaran pemerintah daerah Kabupaten Jayapura tidak melakukan pelunasan pembayaran ganti rugi tanah seluas 1 hektar dari bangunan SD Negeri Kemiri dan 5 hektar dari bangunan SMP Negeri 5.

Menyikapi proses belajar-mengajar yang tak berjalan, dimana Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura bakal melakukan upaya pemindahan siswa didua sekolah tersebut ke sekolah lain, guna mendapat pendidikan dari
proses belajar-mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam mengatakan, pihaknya bakal memindahkan para siswa/siswi dari dua sekolah yang dipalang yakni, SD Negeri Kemiri-Sentani dan SMP Negeri 5 Sentani ke
sekolah lain, agar mereka para siswa/siswi dapat menjalani proses pendidikan, dan proses belajar-mengajar, demi masa depan mereka.

“Kita sudah menghubungi sekolah terdekat untuk digunakan gedung sekolah mereka, seperti SMP Negeri 5 memakai gedung dari salah satu ruangan SD Kehiran, sedangkan siswa SD Negeri Kemiri, memakai gedung
dari salah satu ruangan SMP Negeri 2 untuk proses belajar mengajar,” ujar Alpius Toam, kepada wartawan di Sentani, (18/9/2017)

Ditanya soal dampak pemalangan itu, Ia menuturkan selain menyayangkan terjadi pemalangan itu, tapi juga secara spikologi mengangu mental para siswa selaku anak didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam. (Richard Mayor)

“Selain itu juga, anak-anak didik masih terganggu jiwa mereka, sehingga ujian tengah semester diundurkan, agar para peserta didik dapat lebih dulu melakukan penyesuaian di lingkungan baru mereka atau tempat
sekolah baru,” jelasnya.

“Kalaupun mau lakukan pemalangan, semestinya, jangan menutup sekolah, tetapi lakukan negosiasi terkait ancaman pemalangan secara lisan, kepada pemerintah daerah, sehingga ada proses penyelesaiannya secara
bersama,” tegasnya. (Richard Mayor)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...