Pokja Papua Gelar Diskusi Dengan Wartawan

0
83
Judith Dipodiputro. (Istimewa)

Judith Dipodiputro. (Istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pokja Papua mengadakan peluncuran TongMaju Pers mengundang perwakilan wartawan media massa di Jayapura, Pada Rabu(13/9/2017), bertempat di Pasar Mama Mama lantai 4, pukul satu siang.

H. Arya Sandhiyudha PH. D Pemerhati politik Internasional menyampaikan materi countering Terrorist in Southest Asia, The Hard Live Approach, Di negara setiap negara kadang terjadi konflik atau Banyak terjadi oposisi biner, di kondisi ini fungsi journalis itu berperan, di setiap konflik journalist juga harus hati-hati, journalisme harus mengarahkan pada hal yang solid.

“Karena kalau ngak mengarahkan pada hal yang solid, journalisme yang tidak harmonis, yang tidak transformatif itu yang menderita orang kecil, jadi biasanya satu konflik yang kita biarkan akan kita angap tidak ada dampaknya, hal ini bisa menyebabkan dampak buruk yang besar, selain Kadang kadang kita menulis menjadi sumber ekonomi,” ujarnya.

Dikatakan, kontra teror di setiap negara ada, intinya plus minus pendekatan setiap negara tentang kontra teror ada, dengan preksfektif pidana kita, kita harus menutup celah mengambil peran di masyarakat sipil untuk menjaga masyarakat perasaanya tetap terarah.

“Media itu ambil peran tiga di antaranya moderasi populasi, mengedukasi, turut serta dalam informasi berbahasa asing,” jelasnya.

“Saya sangat sedih melihat kehidupan teman teman wartawan saya hidup berat sampai tua, kita memikirkan setidaknya adik adik kita, supaya kehidupan media masa di seluruh indonesia terutama Papua dan Papua Barat demi masa depan baik, tugas saya adalah meminta media kunjungin sekali kali publish aktivitas pasar mama papua, berjuang bersama ke sesuatu yang besar, dan membiasakan diri menulis, menyampaikan hal positif, apa yang bisa POKJA lakukan untuk memanjukan teman teman wartawan,” kata Judith Dipodiputro. (Fransisca / LintasPapua.com)