PAP Sikapi Masalah Sosial Politik Papua dan Siap Musdalub

0
64
Pemuda Adat Papua, saat berdiskusi bersama menyikapi masalah Papua. (istimewa)

Pimpinan Pemuda Adat Papua saat menyampaikan pemikiran dan gagasan rencana aksi kedepan. (istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua (PAP) berencana melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) sebagai bagian dari penyelamatan organisasi, setelah Ketua PAP, Almarhum Decky Ovide meninggal beberapa bulan lalu, sekaligus menyikapi masalah sosial politik di Tanah Papua.

Hal ini terungkap dalam acara diskusi dan makan Papeda bersama Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua ( DPN PAP ) pada hari Sabtu (9/9/2017) malam, di salah satu cafe di Kota Jayapura.

Dalam acara dimaksud di laksanakan oleh Sekretaris Jendral Pemuda Adat Papua, Yan Christian Arebo, SH, MH., dan di hadiri oleh jajaran pengurus teras Pimpinan DPN Pemuda Adat Papua.

Adapun dalam pembahasan dan diskusi yang dikemukakan , Pertemuan dengan Dewan Pembinaan untuk koordinasikan terkait Munaslub untuk memilih ketua Umum DPN PAP yang baru, pasca meninggalnya Ketua Umum yang lama Alm. Decky Ovide beberap bulan lalu.

Pemuda Adat Papua, saat berdiskusi bersama menyikapi masalah Papua. (istimewa)

“Terkait dengan agenda Organisasi yang harus berjalan berkaitan dengan menyikapi berbagai persoalan di Papua, sehingga PAP harus berjalan kembali melakukan aktivitas organisasi, agar advokasi terhadap kasus – kasus HAM dan bisa menyikapi isu – isu Papua terkini menyangkut masalah Dialog Jakarta Papua yang sedang di siapkan oleh Pemerintah Pusat bisa kita dukung,” ujar Sekretaris Jendral DPN Pemuda Adat Papua, Yan Christian Arebo, SH, MH., di Jayapura, Sabtu (9/9/2017).

Dikatakan, Sampai saat ini belum berjalannya pelantikan 14 Kursi Otonomi Khusus (Otsus) Papua juga menjadi salah satu yang di bahas dan akan dijadikan agenda prioritas untuk di dorong karena itu merupakan amanat UU Otsus Papua.

“Kami berpikir bahwa hal ini terjadi karena kurang dan tidaknya pemerataan terhadap pembangunan di Papua yang berpihak pada orang asli Papua, sehingga dengan itu pemuda adat Papua mendorong pemerintah RI untuk mempercepat proses percepatan pembangunan terhadap orang asli Papua,” katanya.

Pemuda Adat Papua juga mendorong pemerintah dalam menunjuk carateker nantinya yang akan turun ke Papua, kita tahu bahwa Proses demokrasi yang terjadi di Papua ini sangat sangat rentan dengan konflik, sehingga jika carateker yang turun nanti benar – benar bersih dari kepentingan politik.

“Kami akan mendorong percepatan proses Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk dilantik, sehingga agenda Pilgub Papua 2018 tidak terhambat,” jelasnya.

Dikatakan, Pemuda Adat Papua akan dilaksanakn juga agenda internal PAP yaitua APEL siaga Pemuda Adat 10 ribu anggota di Jayapura.

“Demikian agenda yg dibahas sehingga di piblikasikan kepada publik dan seluruh masyarakat Papua yg menjadi agenda Organisasi Pemuda Adat Papua,” ungkapnya.

Ditegaskan, dalam rangka konsolidasi kegiatan PAP pada tanggal 13 September 2017 di Jayapura, akan dilaksanakan pertemuan dengan Pembina PAP Ketua LMA Papua, Lennis Kogoya,S.Th., yang juga adalah Staf Khusus Presiden RI di Jayapura guna mematangkan agenda PAP.

Dalam diskusi dan penyampaian tersebut, dihadiri oleh sejumlah pengurus dan simpatisan antara lain, Denny Wafumilena, S.Si., Harris Karubaba,S.IP., Aris Kreuta, S.Sos., 4. Dino Renyaan,SE., Marcshel Morin, ST., Jhon Ungirwalu,S.KM., Rando Rudamaga, Amd.,Keu., Olog Erari,S.KOM., Silva Kararbo dan Isak Wetipo, SH.

Sementara itu, Anggota Pemuda Adat Papua, Marcshel Morin, ST menuturkan, bahwa semua ini adalah untuk menyikapi isu nasionalisasi Papua yang sedang berkembang saat ini, sehingga membuat pemuda adat Papua angkat bicara terkait dengan dukungan Negara – negara pasifik terhadap ras melanesia yang sedang gencar – gencarnya mendukung Papua dalam upaya memisahkan diri dari NKRI. (Eveerth)