BPBD Usul Ada Regulasi Khusus Menyangkut Kebakaran Rumah

Category: Lintas Papua 11 0

Kepala BPBD Papua, Welliam Robert Manderi, saat diwawancara. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mengusulkan, pemerintah daerah menggodok satu regulasi khusus yang mengatur tenang penanganan kasus kebakaran rumah di Bumi Cenderawasih.

Menurut Kepala BPBD Papua, Welliam Robert Manderi, selama ini penanganannya belum jelas. Meski begitu, menyangkut kebakaran rumah dalam jumlah yang besar dan merenggut banyak jiwa, masih ditangani oleh instansinya.

“Selama ini reguasi menyangkut kebakaran rumah belum jelas siapa yang tangani. Namun ujung-ujungnya pasi lari ke BPBD,” katanya.

“Makanya kita harap ada regulasi yang jelas dan mengatur mengenai penanggulangannya seperti apa. Sehingga upaya penanggulangan yang diberikan di masa mendatang lebih maksimal dan terarah,” terang Welliam di Jayapura, akhir pekan kemarin, kepada harian ini.

Masih dikatakan, jika membedah UU penanggulangan bencana alam, maka masalah kebakaran tak dianggap sebagai bukan sebagai suatu bencana. Namun lebih kepada suatu musibah tetapi berpotensi merenggut banyak korban jiwa.

“Sehingga karena belum ada aturan yang jelas, maka segala yang disebut musibah dan merenggut banyak jiwa, BPBD mau tau mau harus siap melakukan penanggulangan. Karenanya, diharapkan kedepan ada penegasan melalui regulasi yang tentu akan dibarengi dengan pengalokasian anggaran,” katanya.

Baca Juga :  Cabup Yanni Silaturrahmi ke Ondo Boy Eluay

Sementara disinggung mengenai dukungan sarana dan prasarana, Welliam mengaku kekurangan sarana pendukung dalam melakukan tanggap darurat terhadap bencana alam yang terjadi wilayah Bumi Cenderawasih.

Diantarannya, kekurangan mobil ambulance, mobil toilet dan water treatment serta togar light. Menurut dia, saat ini BPBD Papua hanya memiliki sekitar 20-an peralatan besar hingga kecil. Diantaranya kendaraan roda dua dan empat, yang juga dimiliki BPBD Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom serta Sarmi.

Meski begitu, pihaknya tetap memaksimalkan peralatan yang ada untuk melaksanakan tanggap darurat pasca bencana alam yang terjadi di wilayah Papua.(Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

Related Articles