BKSDA Papua Sikapi Postingan Perburuan Kasuari di Keerom

0
386
Kasuari Gelambir Tunggal. (istimewa)
Kasuari Gelambir Tunggal. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Adanya postingan perburuan kasuari di Facebook oleh salah seorang yang memegang senjata dan memperlihatkan hasil buruan berupa Burung Kasuari jenis langka yang kini dilindungi, selanjutnya akan menjadi perhatian dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua (BKSDA) Papua.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Papua, Ir. Ahmad Yani, sekaligus menjelaskan, bahwa pihaknya akan mempelajari postingan yang telaha didapat dan beredar, yang mana adalah Kasuari yang dilindungi.

“Secara aturan tentunya adalah melanggar, sehingga kita akan datangi dan melihat dimana pelaku tersebutm,” katanya.
Ahmad Yani menjelaskan, bahwa Kasuari adalah satwa yang dilindungi Undang – Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

“Tentunya jugaa termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tetang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi,” ungkapnya.

Kasuari Kerdil (istimewa)

Sementara itu, dalam postingan facebook atas nama Randy pada tanggal 8 September 2017, dengan santai memperlihat hasil buruan yang di gendong bersama rekan- rekannya dan berbagai komentar dengan jelas mengatakan yang telah ditembak adalah kasuari di Kampung Kibay Distrik Arso Timur, tentu dalam postingan ini menjadi kebanggaan, namun beberapa aktivis lingkungan justru sangat menyesali kejadian tersebut dan tentunya sangat melanggar aturan, karen telah membunuh hewan – hewan Papua yang masuk dalam perlindungan satwa yang kini makin langka di Papua , selain Cenderawasih.

Sekilas, Kasuari merupakan sebangsa burung yang mempunyai ukuran tubuh sangat besar dan tidak mampu terbang. Kasuari yang merupakan binatang yang dilindungi di Indonesia dan juga menjadi fauna identitas provinsi Papua Barat terdiri atas tiga jenis (spesies). Ketiga spesies Kasuari yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti).

Burung Kasuari merupakan burung besar yang indah menawan. Namun dibalik keindahan burung Kasuari mempunyai sifat yang agresif dan cenderung galak jika diganggu. Burung bergrnus Casuarius ini sangat galak dan pemarah dan tidak segan-segan mengejar ‘korban’ atau para pengganggunya. Karenanya di kebun binatangpun, Kasuari tidak dibiarkan berkeliaran bebas. Bahkan konon, The Guinnes Book of Records memasukkan burung Kasuari sebagai burung paling berbahaya di dunia. Meski untuk rekor ini saya belum dapat melakukan verifikasi ke situs The Guinness Book of Records.

Sementara itu, Kasuari Gelambir Ganda adalah kasuari yang merupakan burung endemik yang hanya hidup di pulau Papua dan sekitarnya, kecuali Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius) yang dapat juga ditemukan di benua Australia bagian timur laut. Dalam bahasa Inggris, Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius) disebut (Southern Cassowary), Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) disebut (Northern Cassowary) dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) disebut sebagai (Dwarf Cassowary).

Ciri-ciri dan Tingkah Laku. Burung Kasuari mempunyai ukuran tubuh yang berukuran sangat besar, kecuali Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) yang ukuran tubuhnya lebih kecil. Burung Kasuari tidak dapat terbang. Burung kasuari dewasa mempunyai tinggi mencapai 170 cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. (Eveerth Joumilena )