Tim LE for Papua Gelar Pertemuan Akbar Peduli Kasus Enembe

0
467
Alberth Wanimbo, saat memberikan keterangan pers. (Fransisca/LintasPapua.com)

Alberth Wanimbo, saat memberikan keterangan pers. (LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Semua kelompok masyarakat lintas nusantara diajak dalam sebuah pertemuan akbar dalam rangka menyikapi kondisi politik dan hukum di Papua akhir-akhir ini. Pertemuan ini bagian dari kepedulian terhadap kasus yang menimpa Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Pertemuan akbar terbuka ini, disampaikan kepada semua masyarakat Papua yang mendiami tanah Papua untuk bertemu dalam pertemuaN akbar di Asrama Timika.” Kita akan bicara soal dinamika politik dan hukum hari ini di Papua”, ujar Ketua LE for Papua, Albertho Wanimbo.

Ketua LE for Papua dalam keterangan persnya bersama para ketua Tim Relawan wilayah, Kamis (7/9/2017) di Waena menyatakan, pertemuaN akbar menyikapi dinamika kasus Pak Enembe lewat ini, Tim Relawan akan mengontrol perkembangan kasusnya kira kira sudah sampai dimana.

Kontrol publik mutlak dilakukan bahkan akan dilakukan lewat media, termasuk menjalin komunikasi dengan Kapolri serta para pihak.

Suasana Jumpa Pers, di Asrama Mimika Waena, Kamis (7/9/2017)

Semua ini bagian dari kontrol kami terhadap kasus hukum Pak Lukas. Kita melihat, Lukas Enembe hari ini bukan hanya sebagai gubernur, lebih dari itu beliau adalah simbol harga diri orang Papua. Maka kami menghimbau kepada para pihak berkepentingan di Pilkada 2018 besok, agar santun dalam berpolitik untuk menjaga kebersamaan hidup demi kedamaian Papua.

Tim LE for Papua telah mengundang semua Ketua Tim Relawan dari wilayah Lapago, Meepago, Saireri, Ha Anim dan Tabi bahwa setelah pertemuan akbar digelar semua Tim Relawan akan diutus ke daerah masing – masing untuk lakukan konsolidasi, sosialisasi menyeluruh ke seluruh Tanah Papua.

“Kita bentuk Relawan di semua wilayah adat kabupaten dan kota, hal ini dimaksudkan agar dalam kontrol publik bisa berjalan bersama. Tetapi Tim Kontrol ini akan ada diwilayah Jawa, Bali, Makassar dan Manado.

Ia mengingatkan, pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan dalam berpolitik dengan tak melupakan etika politik, untuk menjaga netralitas dan kondisi keamanan Papua. ( Veni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here