KAPP Bawa Tiga Agenda Besar ke Kantor Gubernur

0
16
Ketua Umum KAPP, Merry Yoweni (Erwin)

Ketua Umum KAPP, Merry Yoweni (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) dalam lawatannya bersama 10.000 pengusaha lokal, hari (Kamis (7/9/2017) kemarin, membawa tiga agenda besar di Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Tiga agenda disamping deklarasi kebangkitan ekonomi Orang Asli Papua (OAP) tersebut, akan ditadatangani bersama Gubernur Lukas Enembe sertaseluruh asosiasi pengusaha orang asli Papua yang menyatakan diri bergabung dengan KAPP.
Menurut Ketua Umum KAPP Merry Yoweni, Rabu (6/9/2017) kemarin di Jayapura, persiapan deklarasi sudah mencapai 97 persen. Sementara dukungan dari seluruh kalangan asosiasi maupun OKP,telah 100 persen siap.

“Ini berarti semua asosiasi pengusaha Papua sudah mengakui KAPP sebagai induk organisasi. Inilah yang menjadi agenda pertama kita dalam kegiatan deklarasi itu,” terang dia.

Sementara agenda kedua, bakal ada penyerahan secara simbolis bantuan modal usaha yang telah tersalur ke rekening masing-masing pengusaha orang asli Papua, sebanyak 2017 rekening.

Untuk agenda ketiga, bakal dilakukan penandatangan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Perdasus nomor 18 tahun 2008 tentang ekonomi berbasis masyarakat adat.

“Dengan demikian, ada keberpihakan dana Otsus yang dinyatakan sebesar 3 persen dana Otsus tersebut untuk seluruh kabupaten dan kota se-Papua,” katanya.

Suasana Kegiatan Deklarasih Kebangkitan Ekonomi (Facebook Danius Wenda)

“Hanya memang mengenai Pergub itu, sampai saat ini masih di konfirmasi dari pemda provinsi khususnya,Biro Otsus dan Biro Hukum. Sebab kami sudah menyampaikan hal ini setahun yang lalu kepada bapak,” terang dia.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana deklarasi kebangkitan ekonomi Orang Asli Papua,Benyamin Gurik mengatakan sampai saat ini persiapan sudah mencapai 95 persen. Ia berharap masyarakat ikut mendukung kegiatan tersebut.
“Hanya kita ingin tepis isu yang beredar bahwa akan ada bagi-bagi uang saat kegiatan itu.Yang pasti diharapkan dari kegiatan ini, ekonomi pengusaha orang asli Papua bisa bangkit,” tuturnya.
“Karena selama ini dunia usaha banyak dimiliki orang luar. Sehingga dengan adanya deklarasi ini, bisa memastikan kita sebagai pengusaha lokal mampu merubah pola pikir untuk kebangkitan kita dalam dunia usaha,” katanya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)