Gangguan Internet Hambat Pelayanan ADM di Distrik Japut

0
59
Kepala Distrik Jayapura Utara, Adam Rumbiak, saat ditemui di ruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Kepala Distrik Jayapura Utara, Adam Rumbiak, saat ditemui di ruang kerjanya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pengoperasian alat Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang diserahkan oleh Pemerintah Kota Jayapura kepada Distrik Jayapura Utara (Japut), sejak 5 September lalu hingga kini belum dioperasikan, karena gangguan jaringan internet.

“Untuk sementara hingga kini alat ADM ini kami belum bisa gunakan karena jaringan internet yang terganggu, alat ini tetap siap kalau jaringan internetnya sudah normal, silahkan warga datang dan kita siap layani,” kata Kepala Distrik Jayapura Utara, Adam Rumbiak saat ditemui awak media di ruang kerjanya di Kantor Distrik Japut, Kamis (7/9/2017).

Rumbiak mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan enam orang petugas distrik untuk mengoperasikan alat tersebut untuk melayani warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan.

“Alat ADM yang modelnya seperti mesin ATM tetapi bukan untuk mengambil uang tetapi untuk mengurus persyaratan yang berkaitan dengan kependudukan,” ujarnya.

Lanjutnya, pada 29 Agustus 2017 lalu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura sudah melakukan pelatihan untuk petugas-petugas yang bertugas di lima distrik untuk mengoperasikan mesin ini.

“Petugas yang akan mengoperasikan alat ini mulai dari kepala bidang pemerintahan maupun pegawai yang akan mengoperasikan alat tersebut,” katanya.

Kepala Distrik Jayapura Utara, Adam Rumbiak. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Pria asal Biak ini menambahkan, satu kelebihan dari alat ini memudahkan warga dalam mengurus administrasi yang berkaitan dengan kependudukan, karena diketahui bersama bahwa selama ini kepengurusan administrasi seperti kepengurusan akta kelahiran, akta pernikahan dan perceraian serta akta kelahiran, warga langsung ke Kantor Dispendukcapil.

Namun, menurut dia, dengan adanya alat ini maka lebih mendekatkan pelayanan itu kepada masyarakat, warga cukup saja ke Kantor Distrik untuk mengurus administrasi yang menyangkut dengan kependudukan seperti akta kelahiran dan langsung dilayani dengan mengunakan ADM.

“Kedepan, alat ini akan digunakan untuk mengurus surat kematian, akta kelahiran dan surat perceraian,” jelasnya.

“Yang baru bisa kita operasikan untuk pengurusan administrasi penduduk yakni terkait dengan akta kelahiran, sementara yang lainnya. Warga cukup datang ke kantor distrik dan warga datang dengan membawa persyaratan yang diminta lalu petugas distrik akan membantu memasukan identitas warga itu ke ADM secara online dan langsung dikirim ke Dispendukcapil,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila persyaratan dan kepengurusan sudah selesai maka akan diperintkan struk/bukti telah sukses untuk kepengurusan akta kelahiran itu dan bukti itu yang akan dibawa dari distrik ke Dispendukcapil untuk pengambilan.

“Jadi tidak perlu warga ke Kantor Dispendukcapil untuk urus akta kelahiran, tetapi cukup datang ke kantor distrik saja,” ujarnya. (Elsye Sanyi/ Koran Harian Pagi Papua)