Menteri Yohana Luncurkan PUSPAGA Untuk Lindungi Anak Indonesia

115
Suasana Peluncuran Nasional bersama Menteri

Suasana Peluncuran Nasional bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. (istimewa)
BOGOR (LINTAS PAPUA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menyelenggarakan Peluncuran Nasional dan Pelatihan Psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang berlangsung pada 5 September 2017 di Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas Tenaga Profesi Psikolog PUSPAGA sebagai agen pelayanan publik yang penuh dedikasi dalam membangun keluarga Indonesia.

“Permasalahan keluarga yang timbul bagaikan fenomena gunung es karena yang dapat diketahui hanya sebagian kecil dari puluhan ribu permasalahan. Oleh karena itu, negara berkewajiban dan bertanggung jawab untuk membantu orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengasuh dan melindungi anak melalui penyediaan berbagai program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

PUSPAGA merupakan one stop services atau Layanan Satu Pintu Keluarga Berbasis Hak Anak untuk memberikan solusi atau jalan keluar bagi orang tua, anak, dan keluarga dalam menghadapi permasalahan pada langkah pertama pencegahan,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana saat peluncuran dan melihat dari dekat kegiatan anak – anak Indonesia. (istimewa)

PUSPAGA merupakan bentuk kehadiran negara dalam mewujudkan 9 (sembilan) butir Nawacita yang merupakan visi pemerintahan, diantaranya adalah menghadirkan negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Kedua butir Nawacita tersebut menuntut dan memberi acuan adanya kewajiban negara untuk membantu meningkatkan kehidupan keluarga yang berkualitas. Program PUSPAGA dalam meningkatkan kapasitas orang tua untuk menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak tidak terlepas dari peran tenaga profesi.

Kementerian PPPA menginisiasi PUSPAGA sejak 2016 dan saat ini telah terdapat di 18 Pemerintah Daerah (Pemda), diantaranya 2 (dua) di tingkat Provinsi dan 16 di tingkat Kabupaten/Kota. Dasar pemilihan penempatan PUSPAGA adalah daerah yang telah mempunyai komitmen dengan menyediakan sarana dan alokasi anggaran untuk keberlanjutan PUSPAGA. Rencananya pada 2017, PUSPAGA akan dilanjutkan di 23 Pemda, dengan 3 (tiga) di Tingkat Provinsi dan 20 di tingkat Kabupaten/Kota.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise. (Istimewa)

“Kami membangun PUSPAGA dengan prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup, mudah diakses dengan sarana yang penuh warna, mempunyai konsep layanannya yang juga dikenal, seperti nyaman dan menyenangkan. Saya berharap prinsip tersebut dapat membuat PUSPAGA lebih dekat dengan keluarga dan dapat dijangkau bagi keluarga manapun untuk mendapatkan layanan konseling, konsultasi, dan mendapatkan informasi terkait pengetahuan dan keterampilan menjadi orang tua sesuai hak anak,” tutup Menteri Yohana. (*)