Hari ini, KAPP Deklarasikan Kebangkitan Ekonomi Orang Asli Papua

0
79
Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni (baju biru ditengah) bersama sejumlah asosiasi pengusaha asli Papua, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Ketua KAPP, Merry Costavina Yoweni, didampingi Asosiasi Pengusaha Lokal, saat memberi keterangan kepada wartawan di Jayapura, Senin (28/8/2017) kemarin. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) bersama 15 Asosiasi Pengusaha Lokal mengkonfirmasi pengunduran waktu Deklarasi Kebangkitan Ekonomi Orang Asli Papua (OAP), yang semula direncanakan pada 30 Agustus 2017 mendatang, diundurkan hingga tanggal 7 September 2017. Hari ini

Ketua KAPP, Merry Costavina Yoweni, SH., mengatakan bahwa deklarasi diundurkan ke tanggal 7 September 2017. Hal demikian, dikarenakan keberadaan Gubernur Papua Lukas Enembe yang sementara berada di Jakarta untuk sebuah keperluan.

“Kita pastikan kepada masyarakat Papua, lebih khusus pengusaha, bahwa kami mengundurkan acara deklarasi kebangkitan ekonomi OAP. Pengunduran karena Gubernur tidak berada di tempat,” terang dia.

Merry sebenarnya mengeluhkan dampak dari pengunduran jadwal deklarasi itu. Dimana pihak KAPP terpaksa menanggung biaya yang lebih besar karena sudah mendatangkan ribuan pengusaha dari sejumlah kabupaten untuk ikut deklarasi.

“Ya kalau dibilang ini kerugian besar.Meski begitu, hal ini tak menyurutkan rencana deklarasi yang akan dilakukan pada awal September mendatang,” tuturnya.

“Untuk itu, harapan kami pada 7 September 2017 mendatang, bapak Gubernur bisa ada di Jayapura dan bisa menerima sepuluh ribu anggota kami yang akan turun ke jalan melakukan deklarasi kebangkitan OAP,” harapnya.

Sementara itu, Perwakilan Himpunan Pengusaha Pribumi Asli Papua, Frengky, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengusaha OAP terkait pengunduran waktu deklarasi tersebut.

“Karena itu, kita harap para pengusaha OAP yang sudah datang di Jayapura tidak kecewa tetapi tetap bersemangat untuk menunggu pelaksanaan deklarasi pada awal September mendatang,”harap dia.

Pihaknya pun berharap Gubernur Papua, Lukas Enembe dapat berada di Jayapura, saat deklarasi berlangsung. Sebab Ada aspirasi yang akan disampaikan pengusaha OAP kepada kepala daerah.

“Termasuk harapan kita mendorong Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perdasus No 18 tentang Ekonomi Kerakyatan,” katanya.

“Dimana dengan ditandatanganinya Pergub itu maka, pengusaha orang asli Papua akan mendapat dukungan bantuan perekonomian sebesar tiga persen dari dana Otonomi Khusus,” katanya.

Senada disampaikan Koordinator Forum Komunikasi Pengusaha Asli Papua, Sony Wanma, bersama 15 asosiasi lokal dibawah payung KAPP, dirinya berharap pada 7 September mendatang, semua masyarakat dan pengusaha OAP dapat ikut turun ke jalan mendukung deklarasi.

Sebelumnya, Kamar Adat Pengusaha Papua atau KAPP mendorong kepala daerah untuk segera menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perdasus No 18 tentang Ekonomi Kerakyatan.

Menurut Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni, dengan ditandatanganinya Pergub itu maka, pengusaha orang asli Papua (OAP) akan mendapat dukungan bantuan perekonomian sebesar tiga persen dari dana Otonomi Khusus.

“Sebab dalam Perdasus 18 sudah mengamanatkan dana Otsus tiga persen untuk pengusaha OAP. Ini tentu merupakan sebuah pemberdayaan yang sangat baik dimana selama ini, sangat susah bagi pengusaha OAP untuk mendapatkan akses permodalan dari sistem perbankan,” katanya.

KAPP Konsisten mendorong kebangkitan ekonomi orang asli Papua melalui Pergub 18. (Eveerth/LintasPapua.com)

“Sehingga bentuk dukungan (dari tiga persen dana Otsus) ini bisa mendukung pengusaha OAP. Apalagi selama sekian tahun belum ada pengusaha OAP di NKRI yang bisa diandalkan dalam bidang perekonomian,” ujar Ketua Umum KAP Provinsi Papua, Merry Yoweni, di Jayapura, Selasa (22/8/2017) kemarin.

Pihaknya bersama asosiasi mitra pengusaha Papua berencana mendeklarasikan Kebangkitan Ekonomi OAP pada 30 Agustus 2017 , di kantor Gubernur Dok II Jayapura, namun semua terkonfirmasi diundurkan hingga tanggal 7 September 2017.

Dalam aksi ini direncanakan seluruh anggota KAPP yang berjumlah sekitar 10 ribu orang, akan turun mendukung kegiatan deklarasi itu. “Sebab sudah saatnya kami bangkit untuk meminta hak kami diperhatikan sebagai aktor pembangunan di tanah Papua,” tuturnya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)