Tim Sensus Pemkab Asmat Himpun Data di 224 Kampung

75
Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Asmat saat mendapatkan arahan dari Bupati Asmat, Elisa Kambu. (Eman)

ASN Asmat yang juga tim Sensus saat mendapatkan arahan dari Bupati Asmat, Elisa Kambu. (Eman)
ASMAT (LINTAS PAPUA) — Tim Sensus Pemerintah Kabupaten Asmat siap menghimpun data dan informasi dari 224 kampung di kabupaten tersebut. Tim tersebut rencananya terjun ke ratusan kampung, Rabu (6/9/2017).

Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos mengatakan, tim sensus ini terdiri dari pimpinan dan staf dari segenap organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. Selama 10 hari atau lebih, tim tersebut menghimpun data dan informasi terkait kependudukan, pembangunan dan ekonomi.

“Tim diberi kuesioner yang sudah disiapkan. Ada 224 kampung di 23 distrik. Satu distrik satu OPD. Kecuali Agats ada 4 OPD, karena wilayahnya luas,” kata Elisa saat melepas Tim Sensus Pemkab Asmat di Aula Wiyata Mandala, Agats, Selasa (5/9/2017).

Katanya, anggaran tim sensus bersumber dari APBD Kabupaten Asmat tahun 2017. Tim ini bertugas menggali informasi dan data terkait jumlah penduduk, kondisi ekonomi dan pembangunan di 224 kampung.

Menurut bupati, melalui kegiatan sensus tersebut, pemerintah ingin melihat dan mengkaji pembangunan yang telah dilaksanakan di 224 kampung. Pemerintah setempat ingin mengetahui dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Yang istimewah dari sensus ini, kita tidak menggunakan sampling. Semua kampung kita masuk untuk menggali dan menghimpun data,” kata Kambu seraya mengungkapkan ada tiga tujuan utama pelaksanaan sensus di Asmat.
Pertama; memastikan data penduduk. Pemkab Asmat ingin mengetahui jumlah penduduk orang asli Asmat, orang asli Papua, anak 0-4 tahun, anak 4-12 tahun, anak sekolah, mahasiswa, sarjana, warga usia produktif, pegawai dan pelaku ekonomi di kampung.

“Semuanya direkam dan didokumentasikan. Lalu data-data itu dibawa dan diolah oleh Tim Validasi di tingkat kabupaten,” terangnya.

Kedua; memastikan infrastruktur dasar dan pendukung di kampung. Di antaranya sekolah, puskesmas, rumah pegawai, perumahan masyarakat, pegawai (guru, perawat dan PPL), akses jalan, jembatan, listrik dan sebagainya.
“Apakah infrastuktur-infrastruktur ini ada atau tidak. Lalu guru, perawat/bidan, PPL dan sebagainya itu bertugas atau tidak. Itu ingin kita ketahui,” tuturnya.

Ketiga; potensi sumber daya alam (SDA) di kampung. Di antaranya sektor pertanian, perikanan dan perkebunan, termasuk pertambangan dan energi. “Kita ingin tahu apakah potensi yang bisa kita dorong di kampung-kampung itu,” katanya.

Hasil sensus tersebut akan menjadi sumber informasi dan data bagi Pemkab Asmat dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan. Terutama menjawab persoalan yang ditemukan di kampung-kampung.

“Misalnya, belum ada sekolah dasar atau fasilitas kesehatan di kampung, ya kita arahkan pembangunannya ke sana. Begitu pun dengan sektor yang lainnya. Jadi sasaran utama sensus sebagai acuan dasar kita untuk membangun” pungkasnya. (Erib / Koran Harian Pagi Papua)