DPR Kunjungi Jerman Utara Jajaki Kerjasama Pendidikan

38
Sejumlah Anggota Dewan sat foto bersama pejabat KADIN Hamburg. (KJRI Hamburg)

Sejumlah Anggota Dewan sat foto bersama pejabat KADIN Hamburg. (KJRI Hamburg)
JERMAN (LINTAS PAPUA) – Sebagai bagian dari upaya penjajakan kerja sama pembangunan pendidikan vokasi, delegasi Komisi X DPR-RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X, Abdul Fikri Faqih telah melaksanakan kunjungan kerja ke Jerman Utara.

Selama di Hamburg delegasi telah diterima oleh Konjen Hamburg beserta staf, dan mengadakan pertemuan dengan pejabat KADIN Hamburg, serta Hamburger Institut für Berufliche Bildung, institusi dibawah Kementerian Pendidikan Hamburg yang khusus menangani Pendidikan Vokasi.

Di Bremen delegasi telah mengadakan pertemuan di kantor Fraunhofer – Institut für Fertigungstechnik und Angewandte Materialforschung (IFAM) yang juga dihadiri oleh KADIN Bremen, Kementerian Pendidikan Bremen, Parlemen Bremen dan Diaspora Indonesia di Bremen.

Pada kesempatan jamuan makan siang di KJRI Hamburg pada 28 Agustus 2017 Konjen RI di Hamburg, ibu Sylvia Arifin menyampaikan bahwa selama lebih dari 40 tahun, sistem pendidikan vokasi menjadi salah satu pendorong utama sangat rendahnya angka pengangguran usia muda (youth unemployment) di Jerman. Youth unemployment di Jerman bahkan merupakan terendah di wilayah Uni Eropa dengan tingkat pengangguran hanya mencapai 7% pada tahun 2016. Angka ini jauh dari rata-rata tingkat youth unemployment untuk 28 negara Uni Eropa. Di Jerman sendiri, sistem pendidikan vokasi atau yang dikenal dengan berufsbildung diatur melalui Undang-Undang (UU) Federal bernama Berufsbildungsgesetz (BBiG) yang dikeluarkan pada 14 Agustus 1969 dan telah mengalami beberapa kali amandemen. Secara garis besar BBiG mengatur definisi vokasi; syarat utama mengikuti sistem pendidikan vokasi; pengaturan kontrak kerja peserta pendidikan vokasi; competent authorities sistem pendidikan vokasi dari tataran tingkat federal hingga negara bagian.

Keberhasilan Jerman dalam menekan gap antara angkatan kerja muda dengan keahlian/keterampilan yang diperlukan sektor industri melalui pendidikan vokasi menjadi salah satu topik utama pertemuan bilateral Presiden RI dengan Kanselir Jerman pada bulan April 2016. Pernyataan pers bersama kedua Kepala Pemerintahan juga sepakat untuk dapat bekerjasama dalam pengembangan implementasi sistem pendidikan vokasi di Indonesia.

Pada pertemuan yang dilaksanakan di kantor HK Hamburg tanggal 29 Agustus, delegasi diterima oleh Ms. Birgit Schweeberg, Deputy Managing Director/Head of Special Projects HK Hamburg dan Mrs. Beate Gröblinghoff, Head of Centre for Internatonal Vocational Training di Hamburger Institut für Berufliche Bildung (HIBB) yang masing-masing memberikan presentasi mengenai sistem pendidikan kejuruan dan vokasi di Jerman.

Menurut Mrs. Beate Gröblinghoff, sekitar 50% pelajar di Jerman mengikuti dual vocational training, yang memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk menempuh pendidikan di sekolah kejuruan dan saat yang sama juga menempuh pelatihan magang di perusahaan sesuai dengan standar kerja perusahaan. Selama magang di perusahaan, para peserta memperoleh pelatihan terkait kerja dan juga upah. Para pelajar dapat mengikuti pelatihan di 240 jenis pekerjaan di Hamburg dan sekitar 340 di seluruh Jerman. Sebagai catatan seluruh perusahaan di Jerman wajib menjadi anggota KADIN.

Menurut Ms. Birgit Schweeberg tahapan yang harus dilalui untuk memulai dual vocational training, yaitu: mencermati kebutuhan industri dan metode pelatihan yang berlaku, menjalin mitra kerjasama dengan sekolah atau lembaga pelatihan, mengidentifikasi sektor swasta yang bersedia memfasilitasi kerjasama tersebut, mengembangkan cluster standards untuk pelatihan, guru dan instruktur perusahaan, serta memberikan pelatihan terhadap instruktur perusahaan, guru sekolah, penguji dan fasilitator. Disampaikan pula bahwa baik KADIN Hamburg maupun HIBB terbuka untuk peluang kerjasama dengan Indonesia dimasa depan.

Sebagaimana dikutip dari http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Komisi-X-DPR-Kunjungi-Jerman-Utara,-Jajaki-Kerja-Sama-Pendidikan-Vokasi.aspx Pada pertemuan di Bremen pada 30 Agusutus, Prof. Dr. Horst-Erich Rikeit, Head of Business Development Fraunhofer IFAM menyampaikan profil singkat mengenai Fraunhofer IFAM yang merupakan lembaga riset dan pengembangan terapan terbesar saat ini di Eropa dengan sekitar 24.500 staf dan anggaran tahunan mencapai lebih dari EUR 2,1 milyar.

Pendekatan utama riset dan pengembangan terapan yang digunakan Fraunhofer IFAM adalah melalui penggabungan penelitian dan pengembangan akademis dengan kebutuhan nyata sektor industri manufaktur dan publik, sehingga lembaga riset tersebut memiliki hubungan yang erat dengan berbagai perusahaan dan industri. Prof. Rikeit juga menyampaikan bahwa Fraunhofer IFAM sangat terbuka untuk penjajakan kerjasama riset dan pengembangan terapan. Sementara itu KADIN Bremen menyampaikan bahwa institusinya merupakan salah satu institusi tertua di Bremen didirikan pada tahun 1849, meliputi Bremen dan Bremenhaven, dan beranggotakan lebih dari 54 ribu perusahaan kecil dan besar. KADIN Bremen memiliki andil besar dalam pendidikan vokasi dimana banyak menempatkan siswa untuk mengikuti pendidikan keterampilan. Disamping itu KADIN Bremen mengorganisir dan menerbitkan sertifikat akhir IHK Zertifikat.

Dari berbagai pertemuan di atas, delegasi Komisi X DPR RI diharapkan memperoleh masukan mengenai sisitim pendidikan vokasi di Jerman, yang kiranya dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan terkait dalam rangka meningkatkan mutu sistim pendidikan vokasi di Indonesia. (KJRI Hamburg)