Kominfo Gelar Bimtek Sertifikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

136
peserta bimtek Sertifikasi TIK saat mengikuti arahan, di Aula Dinas Kominfo Papua, Senin kemarin. (Erwin)

ASN Pemprov Papua saat mendengarkan arahan, pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, kemarin. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Guna memenuhi jumlah kebutuhan tenaga teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diperlukan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Kegiatan itu, dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, di Aula Dinas Kominfo, Senin (28/8/2017) kemarin.

Sementara itu, Kepada pers Kepala Dinas Kominfo Papua, Kansiana Salle mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mensukseskan pelaksanaan PON. Dimana sedikitnya dibutuhkan sekitar 700 tenaga TIK, untuk menunjang persiapan maupun penyelenggaraan iven empat tahunan itu.

“Untuk itu pada angkatan pertama ini kita siapkan 75 orang dulu. Nanti akan dilakukan secara bertahap, karena adanya keterbatasan anggaran,” katanya.

“Namun untuk memenuhi jumlah kebutuhan tenaga 700 tenaga TIK ini, Dinas Kominfo akan meminta dukungan dari Kementerian Kominfo. Sehingga sebelum perhelatan PON 2020 digelar, diharapkan kebutuhan 700-an tenaga TIK ini sudah bisa terpenuhi,” ucap dia.

peserta bimtek Sertifikasi TIK saat mengikuti arahan, di Aula Dinas Kominfo Papua, Senin kemarin. (Erwin)

Sementara itu, , Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri berharap, kegiatan tersebut tak hanya dilakukan di kalangan umum, tetapi di lingkungan SKPD pemerintah provinsi.

“Sebab ilmu TIK ini pastinya selalu berkembang setiap saat. Karena itu, kita harap instansi yang membidangi pemberdayaan ASN bisa menggelar kegiatan serupa kerja sama dengan Kominfo,” tuturnya.

Ia berharap, Dinas Kominfo dapat memberi rekomendasi kepada seluruh SKPD maupun lembaga swasta, untuk merekrut para peserta Bimtek sertifikasi TIK itu.

“Sehingga tenaga mereka tidak saja dimanfaatkan hanya untuk pelaksanaan PON 2020 saja. Tetapi sambil menunggu PON, tenaganya digunakan sesuai dengan sertfikat baik di SKPD atau perusahaan tertentu,” harapnya.

Pada kesempatan itu, ia berharap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada setiap penyelenggaraan pemerintahan dapat dilakukan sesuai kebutuhan, dalam rangka mendukung pertukaran data dan informasi, serta penyaluran berita secara cepat, tepat dan akurat.

Ia berharap seluruh SKPD di Papua dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun geografis bumi cenderawasih, yang belum sepenuhnya terhubung semuanya dengan akses jalan.

“Makanya, keberadaan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan penting dan strategis. Disitulah harapan kita seluruh aparatur pemerintahan bisa mempergunakan TIK untuk keperluan menunjang proses pembangunan diatas tanah ini,” tuntasnya. (Win /Koran Harian Pagi Papua)