Ita Cafe Hadir di Abepura Sajikan Menu Khas Papua

525
Suasana Bersama Keluarga dan Pengunjung Ita Cafe, saat pembukaan, Selasa (29/8/2017) malam. (Eveerth/LintasPapua.com)

Suasana Bersama Keluarga dan Pengunjung Ita Cafe, saat pembukaan, Selasa (29/8/2017) malam. (Eveerth/LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – “Saya pertama berkomunikasi dengan suami, dan kadang ingin makan makanan khas Papua, namun susah didapat , sehingga hal ini mendorong adanya usaha Cafe Ita,” ujar Pemilik Ita Cafe, Tabitha Wayoi, usai pembukaan di lokasi Mega Futsal Abepura, Selasa (29/8/2017) malam.

Berbagai sajian menu menjadi tawaran menarik untuk makanan khas Papua, seperti Sayur Lilin, Ikan Asar, Bia Karang , Kasbi dan Betatas sert Papeda dan Ikan Kua kuning, tentunya berrbagai aneka minuman ikut disajikan.

Suasana Pengunjung Ita Cafe, menjadi menarik bersama rekan kerja dan sahabat saat berdiskusi santai. (Eveerth/LintasPapua.com)

“Yang menonjol dari menu yang kami siapkan adalah adalah sayur liling dan ikan asar dan bia karang sert kasbi betatas dan papeda kua kuning,” ujar Pemilik Ita Cafe, Tabitha Wayoi, kepada LintasPapua.com, Selasa (29/8/2017).
Dirinya bercerita, saat memulai dengan bercerita kepada suaminya, dan akhirnya mendapat dukungan, walaupun memang ada usaha salon dan kosmetik dan semua usaha ini ditambah – tambah hingga membuka usaha cafe.

“Saya menilai peluang usaha café sangat menjanjikan dalam berbisnis, apalagi jarang sekali yang sajikan menu khas Papua, sehingga hal ini membuat kami tetap menyajikan menu Papua,” jelasnya.

Tabitha Wayoi dan Decky Deda, di Ita Cafe milik mereka di Mega Futsal Abepura, selalu handalkan Tuhan dalam berkarya dan berbisnis. (Eveerth /LintasPapua.com)

“Ada kesempatan, namun ini adalah kemauan dan tindakan, dan semua mau berusaha maka pasti ada jalan,” pesanya.

Sementara itu, Decky Deda selaku Suami dari Pemilik Ita Cafe mengakui, bahwa saat isterinya menyampaikan keinginan untuk membuka café, tentu sangat didukung.

“Saya melihat banyak anak muda dan semua kalangan sering nongkrong di café dan ini tentunya kami mencoba, ” akuinya.

Usaha Ita Cafe diambil dari nama Pemiliknya Tabhita Wayoi, dengan suami Decky Deda dikaruniai tiga orang anak ini, yaitu Ben Immanuel dan Benson Deda serta seorang anak lainnya,yang kini tinggal bersama Nenek dan Tete mereka. Tabhita sendiri, sebelumnya telah menggeluti berbagai bidang usaha salon dan kosmetik, sehingga hal ini mendorong keluarga Deda bersama untuk membuka usaha cafe.

Ita Cafe di Mega Futsal Abepura, tampak suasana pembukaan cafe tersebut. (Eveerth/LintasPapua.com)

“Kami bersyukur dengan adanya campur tagan Tuhan dan ini adalah usaha yang kesekia dan kami juga menjaga kepercayaan dari Bank, demikian untuk kawan – kawan Papua untuk tidak takut dalam berwirausaha, tentunya menjaga kepercayaan,” pesannya.

Ita Cafe berlokasi di Kompleks Mega Futsal di Abepura, Samping Hotel Matos Abepura, Sementara acara pembukaan Café Ita sejak Selasa Malam, langsung dipimpin oleh Pdt, Joop Suebu, dengan doa berkat dan puji – pujian dilanjutkan dengan lagu santai musik irama Papua, dengan tumbang – tumbang lagu Papua oleh Shandy Bettay dan Jhon Mofu serta berbagai kerabat dan rekan dari pemilik Ita Café.

Sagu Kacang dan Teh atau Kopi menjadi sajian yang asyik saat bersantai dan berdiskusi di Ita Cafe. (Eveerth /LintasPapua.com)

Sementara itu, Warga Pengunjung, Gustaf Griapon dan Marschel Morin serta Jhon dan Irji Matdoan mengakui, senang dengan karakteristik Papua yang ditampilkan, karena memang banyak cafe dan restoran, namun tidak ada yang menyajikan makanan khas Papua, sehingga ini tentunya menarik bari masyarakat pengunjung Ita Café.

Ita Cafe juga menjadi usaha cafe milik orang asli Papua yang tekun hingga dipercayakan juga oleh Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) yang ikut memberdayakan anak – anak asli Papua, sehingga dalam kesempatan diberikan tanggungjawab untuk membuat makanan khas Papua bagi 10 ribu masyarakat dan pengusaha yang akan deklarasi Kebangkitan orang asli Papua pada tanggal 7 September 2017 mendatang, yakni dipercayakan mengurus semua menu dan makanan khas Papua bagi 10 ribu orang yang datang dengan model prasmanan. (Eveerth Joumilena)