ASN Pejabat Papua Diharapkan Tidak Kena OTT KPK

0
8
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Papua, Elia Loupatty, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, kemarin. (Erwin)

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Papua, Elia Loupatty, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, kemarin. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sejumlah pejabat di kementerian dan lembaga. Berkenaan dengan hal itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty berharap, jangan sampai ada Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Papua, yang terkena OTT oleh penegak hukum.

“Karena OTT lagi menjadi gaya Indonesia, saya berharap dari Gubernur, Wagub, Sekda, Asisten, Kepala SKPD,serta semua staf, jangan sampai kena OTT. Harus kita yakin, kenapa ragu akan hal itu. Saya berharap bapak dan ibu jangan (terkena OTT) karena akan mempermalukan kita sekalian,” imbau Asisten Elia dalam apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (28/8/2017).

Ia berharap, pengalaman (OTT yang dilakukan oleh KPK) yang terjadi di tingkat pusat maupun daerah, menjadi pelajaran berharga bagi seluruh aparatur sipil negara di Bumi Cenderawasih, sehingga tak menyimpang dalam menjalankan tugas pokok maupun fungsinya.

Dikatakan, Sebab aparat penegak hukum saat ini sudah memiliki peralatan canggih yang dapat mereka pembicaraan meski dari jarak jauh. Sehingga dari bukti-bukti tersebut, aparat penegak hukum mampu melakukan OTT terhadap ASN yang menyimpang.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty (Erwin)

“Saya beritahu, pernah di dalam ruangan ada yang menunjukan satu alat. Dimanaalat ini mampu merekam pembicaraan meski objek yang sedang berbicara itu jauh dari posisi kami yang juga sedang mendengar,” katanya.

“Waktu itu sekitar dua tahun lalu. Dan apa yang dibicarakan itu 100 persen sama dengan yang kami dengar. Kami pun mengetes di dalam mobil saya, sementara yang berbicara berada di tempat lain dan hasilnya sama akurat. Jadi informasi ini bukan (menakuti) ASN tapi untuk kebaikan,”jelasnya.

Elia juga mengingatkan, seluruh ASN agar mulai irit bicara dan tak melebihi kewenangan di lapangan. Apalagi tahun anggaran saat ini tengah memasuki September.

“Saudara rasa mungkin biasa saja.Kelihatan saudara berada di lapangan dan di tengah hutan yang jauh dari kota. Mungkin hanya berdua atau berlima dengan pihak ketiga. Tetapi saya ingatkan dan beritahu, sangat pentingbagi kita untuk menghindari pembicaraan yang mengarah pada hal menyimpang,” imbau dia. (Win /Koran Harian Pagi Papua)