Kurangnya Tenaga Pengajar di Boven Digoel Jadi Perhatian

0
10
Pelajar SD - SMP Kampung Moso saat meenerima bantuan buku dari Satgas Pamtas RI - PNG (istimewa)

Akibat Kendala Guru, TNI Sering Membantu Para Siswa Untuk mendapatkan pendidikan di Boven Digoel. (istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kurangnya tenaga pengajar di wilayah pedalaman khususnya di wilayah Kabupaten Boven Digoel, sampai sekarang masih menjadi kendala. Masih banyak sekolah-sekolah yang pengajarnya sangat terbatas, sehingga proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan baik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Babinsa Pos Ramil 1711-02/Camp Tunas, Sersan Satu Erik menjadi tenaga pengajar, dengan menjadi guru di sekolah SD Negeri persiapan di Kampung Kanggup Distrik Sesnuk Kabupaten Boven Digoel.

Sersan Satu Erik megatakan, bahwa Kampung Kanggup merupakan salah satu kampung yang letaknya berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG). Daerah tersebut masih terdapat beberapa Sekolah Dasar yang masih kekurangan tenaga pengajar.

”Saya mengajar beberapa materi seperti tentang pengetahuan Bela Negara dan Matematika kepada para murid di kelas 4 dan 5. Hal yang membuat saya sangat senang dan bangga adalah para murid yang ada di sekolah ini penuh antusias menerima pelajaran juga memiliki semangat belajar sangat tinggi,” kata Erik.

Sersan Satu Erik, berharap agar pemerintah daerah dapat terus memperhatikan kondisi murid-murid di sekolah tersebut. Minimal ada perhatian terhadap tenaga guru yang masih sangat kurang dan prasarana, termasuk buku-buku sekolah. Jelas Sertu Erik di sela-sela waktu istirahat mengajarnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Persiapan Camp tunas, menyambut baik dan mengucapkan terimakasih kepada Babinsa Pos Koramil 1711-02/Camp tunas. Karena dengan sukarela dan tanpa pamrih menjadi tenaga pengajar serta membagi pengetahuan Bela Negara di sekolahnya.

Ilustrasi Suasana Belajar Bahasa Inggris anak – anak SDN 1 Serewen, Yapen Barat, oleh Serka Anggoro Wibowo (Foto Istimewa)

“Selama menjadi tenaga pengajar Sersan Satu Erik tak canggung untuk mengajar anak didiknya. Bahkan dia merupakan salah satu guru yang sangat diidolakan murid-muridnya. Selain itu Sersan Satu Erik juga menjadi pendamping kelompok tani untuk meningkatkan swasembada pangan di daerah ini,” tutur Kepala Sekolah.

Kepala sekolah berharap, pengetahuan yang diberikan Babinsa ini dapat membentuk karakter anak bangsa yang berahlak dan berkepribadian baik serta mencintai tanah airnya Indonesia. (*)