PGRI Kab. Jayapura Gelar Lomba Nyanyi Solo

0
171
ilustrasi Pejabat Kedutaan Besar Australia, Fleur Davies , saat foto bersama pelajar dan guru SD Kampung Harapan, Kamis (8/9/2016) (Eveerth Joumilena)

ilustrasi Pejabat Kedutaan Besar Australia, Fleur Davies , saat foto bersama pelajar dan guru SD Kampung Harapan, Kamis (8/9/2016) (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
SENTANI (LINTAS PAPUA) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura menggelar lomba nyanyi tunggal (solo) dan paduan suara mars PGRI, Terima Kasih Guruku dan nuansa perjuangan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura itu dibuka oleh Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Frans Pepuho yang diikuti oleh para pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Jayapura.

Usai membuka acara tersebut, Ketua PGRI, Frans Pepuho mengucapkan terima kasih kepada para peserta lomba baik dari guru dan siswa tingkat SD, SMP dan SMA/SMK yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Jadi, kegiatan lomba paduan suara dan nyanyi solo ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72 tahun 2017. Kita sudah masukkan program ini bersama-sama. Tetapi, karena padatnya kegiatan lomba-lomba ditingkat Kabupaten Jayapura, sehingga setelah tanggal 17 Agustus baru kita laksanakan, jelasnya.

Lomba paduan suara ini diikuti lima (5) sekolah, yakni tiga dari tingkat “SMA dan dua dari tingkat SMP. Sedangkan untuk lomba nyanyi solo itu diikuti oleh 70 anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk itu, sekali lagi terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya. Berkat Tuhan, sehingga pelaksanaan lomba dapat terlaksana pada hari ini (kemarin) dan saya ucapkan selamat berlomba,” ujar Frans Pepuho, Jumat (25/8) kemarin.

Frans berharap, para peserta nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai tingkah laku dan berkepribadian yang baik, mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap para guru serta iman yang tebal guna melanjutkan perjuangan NKRI tercinta.

Dalam keterangannya, Frans juga menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba mengambil lagu wajib yakni lagu Terima Kasih Guruku.
Kenapa kita ambil lagu Terima Kasih Guruku dalam lomba ini, karena kita dari PGRI melihat, bahwa sekarang ini penghormatan antara anak-anak terhadap guru mulai luntur.

“Sehingga dengan membawakan lagu itu dapat memotivasi anak-anak untuk kembali menghormati guru-guru di sekolah, terangnya.

Drinya menegaskan, bahwa selain melaksanakan lomba paduan suara dan nyanyi tunggal (solo), pihaknya juga mengadakan lomba senam PGRI.

Kita lakukan senam PGRI, karena senam PGRI di Tanah Papua ini belum pernah diperlombakan. Namun baru hari ini (kemarin) dilaksanakan di Kabupaten Jayapura dan pesertanya ada tiga regu, yakni SMPN 2 Sentani, SD Abe Ale 2 dan SMPN 5 Sentani, imbuhnya. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)