Masyarakat Panen Sayur 25 Hektar di Dogiyai

0
11
Kabupaten Dogiyai Dilihat dari Ketinggian (Facebook Joto Dogiyai)

Kabupaten Dogiyai Dilihat dari Ketinggian (Facebook Joto Dogiyai)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua melalui program Gerakan Bangkit Mandiri dan Sejahtera Harapan Seluruh Rakyat (Gerbangmas Hasrat), warga Dogiyai berhasil memanen sekitar 25 hektar sayuran yang diantaranya terdiri dari sawi, kentang dan kol.

“Sebab kami di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura hanya dorong untuk sektor produksi. Sehingga jika petani panen lalu dijual ke pasar dan tidak laku, nanti mereka minta kita di kantor yang beli,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua, Semuel Siriwa, di Jayapura, kemarin.

Meski begitu, lanjut dia, dalam tahun ini Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura tengah mendorong kerja sama dengan pemda setempat untuk memasarkan hasil kebun itu ke Nabire.

“Sudah ada pembicaraan dengan Dinas Pertanian Dogiyai. Dimana kita ingin dorong agar produk sayuran ini diangkut dengan mobil ke Enarotali,Nabire,” ucapnya.

“Atau mungkin bisa diangkut dengan kapal putih ke Jayapura. Sehingga kita harap hasil pertanian ini bisa dipasarkan semua,”harap dia.

Ia menambahkan, untuk kelanjutan produksi tanaman pangan di Dogiyai, pihaknya telah mendorong diadakan rumah mekanisasi peralatan yang berfungsi membuka lahan baru untuk ditanami sayuran.
Dirimya meminta, agar hasil panen ini dapat ikut dipasarkan oleh instansi terkait, mengingat jumlahnya yang sangat banyak atau seluas 25 kali lapangan sepak bola.

Sementara dari program Gerbangmas Hasrat Papua ini juga, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura akan mendorong produksi nenas di Bokondini Kabupaten Tolikara, rambutan di Kabupaten Sarmi serta keladi di Supiori.
“Kita ingin terus mendorong supaya hasil produksi pertanian masyarakat bisa meningkat dan berkesinambungan. Tentunya, kita harap ada juga partisipasi dari pihak lain, baik SKPD di tingkat provinsi maupun kabupaten,” tuturnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtkultura Provinsi Papua, Semuel Siriwa. (Erwin)

“Tetapi juga tidak menutup kemungkinan pihak swasta yang ingin bermitra. Sebab potensi sayuran di Papua sangat baik. Tinggal bagaimana kedepan kita cari pangsa pasar untuk menjual hasil pertanian masyarakat ini,” pungkasya.

“Pikiran saya Gerbangmas Hasrat Papua kalau kita kemas persis seperti pola eks transmigrasi jauh lebih bagus. Ini kan sekarang program dari beragai SKPD ada, ada perumahan, infrastruktur, Perindagkop, kemudian sektor ekonomi lainnya, Kalau Gerbangmas ini kita mulai dengan memilih kelompok atau ulayat yang memiliki tanah,” ungkapnya. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)