PSU Hasilkan 14 Orang Warga Baru Terjaring OTT

0
334
Otniel Deda, sebagai warga Kenambay Umbay dari Tim Pasangan Nomor Urut 2, melaporkan 14 OTT ke kepolisian. (istimewa)

Otniel Deda, sebagai warga Kenambay Umbay dari Tim Pasangan Nomor Urut 2, melaporkan 14 OTT ke kepolisian. (istimewa)
SENTANI (LINTAS PAPUA) – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayapura melakukan Operasi Tagkap Tangan (OTT) terhadap 14 orang warga yang melakukan pelanggaran pelanggaran Pemilu.

Karena mereka membawa kartu undangan pemilih atau form C6 yang diketahui bukan milik mereka. Dimana, ke-14 orang warga ini sudah diamankan dan diserahkan ke Kantor Panwaslu Jayapura.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, bahwa penanganan terhadap kasus OTT 14 orang warga yang memegang form C6 yang bukan milik mereka.

“Pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Jayapura tanggal 13 Agustus 2017 lalu itu tergantung dari keputusan Panwaslu. Nanti tergantung dari Panwas. Kan, didalam tindak pidana pemilihan ini, harus diselesaikan dulu di Panwas,” ujarnya.

Kalau memang Panwas nanti menyerahkan, atau ada unsur tindak pidana Pemilu, baru kepada penyidik Kepolisian. Tapi, kalau belum maka masih di Panwas prosesnya atau ditangani di pihak Gakkumdu sana, tambah Kapolda Papua dengan nada tegas.

Dikatakan Kapolda, kasus OTT terhadap 14 orang pemegang C6 ini, belum ada masuk kepada pemeriksaan yang bersifat pidana.

“Jadi, kasus OTT 14 orang ini merupakan temuan di lapangan oleh Kepolisian yang diserahkan kepada Panwas, jelasnya.

“Tapi, jika kasus OTT ini sudah masuk pada unsur tindak pidana, pasti kami tangani. Intinya, 14 orang tersebut sampai saat ini masih diperiksa oleh pihak Panwas, tukasnya. (Irf /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here