WALHI Papua Gelar Pelatihan Penguatan Kelompok Perempuan

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Indonesia Wilayah Papua, Maurits J. Rumbekwan
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Indonesia Wilayah Papua, Maurits J. Rumbekwan mengatakan, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan kapabilitas kelompok perempuan, sehingga mampu bertindak dan turut mengambil kebijakan yang tetap bagi kepentingan masyarakat adat Papua.

Hal ini disampakan Maurits J. Rumbekwan , sekaligus menjelaskan, bahwa mempersiapkan kelompok perempuan yang peka terhadap berbagai jenis acaman dengan tujuan merusak potensi sumber daya alam yang terkandung dalam wilayah kelola masyarakat adat Papua.

“Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah menghadirkan kelompok perempuan di tengah komunitas sebagai perempuan yang tangguh, aktif, dan bijak agar menjadi pelopor dalam melindungi hak-hak hidup, kekuasaan, kebudayaan, dan berbagai potensi sumberdaya alam yang terkandung dalam wilayah kelola rakyat masyarakat adat Papua,” jelasnya.

Diakui, tentunya juga Papua menjadi incaran ataupun tujuan investasi kaum kapitalisme yang tidak berperikemanusian di Negeri ini.

Dari informasi kegiatan ini sedianya dilaksanakan Hari Senin – Rabu , 21 s/d Rabu, 23 Agustus 2017 , di Hotel Grand Talen.

Dikatakan, dalam membantu proses pelaksaan kegiatan ini maka difasilitator oleh fasilitator local handal yang dipersiapkan ED WALHI Papua.

Suasana Kegiatan Pelatihan di salah satu hotel di Kotaraja. (Eveerth/LintasPapua.com)

Peserta dalam kegiatan ini adalah komunitas perempuan masyarakat adat Papua yang berasal dari Kabupaten Keerom (Distrik Arso Kota 3 Orang dan Distrik Arso Timur 5 Orang) , Kota Jayapura (Distrik Abepura Kampung Enggros Tobati 2 Orang), dan Kabupaten Jayapura Distrik Kemtuk 5 Orang dan Distrik Waibu 5 Orang).

“Yang mendasari kami untuk mengundang kelompok perempuan pada wilayah-wilayah yang disebutkan adalah saling bertukar pendapat tentang dampak hadirnya perusahan ataupun investor pada wilayah-wilayah kelolah masyarakat adat mereka,” tandasnya.

Ditambahkan, bahwa Peserta pada wilayah kabupaten Keerom dan Kota Jayapura akan menceritakan bagaimana kondisi kehidupan mereka ketika investor dan perusahaan mendapat izin operasi bagi peserta yang berasal dari Kabupaten Jayapura yang menjadi target PT. Semen Indonesia.

“Selama dua hari, kami memberikan semangat tentang perempuan yang bangkit diluar dari kelembagaan, dalam hal ini Perempuan bangkit melawan hak – hak mereka,” katanya.

Dalam strata kelembagaan tidak dilibatkan, namun dalam posisi kearifan, harusnya diangkat hak – hak perempuan., kami baru memulai, sehingga hanya tiga wilayah saja yang ikut dalam pelatihan ini,” ucapnya.
“Potensi sudah ada dalam perempuan, sehingga dengan kegiatan ini dapat mendorong dan berjuang membela haknya, tanpa harus terjebak dalam struktur adat,” tuturnya.

Pemateri Senior, Decky Rumaropen. (Eveerth/LintasPapua.com)

Sementara itu, Pemateri Senior, Decky Rumaropen mengatakan, bahwa melalui kegiatan ini bisa mengangkat peran bagi perempuan yang selama ini juga masih belum diberdayakan baik.

“Dalam hal ini, kapasitas dan kemampuan untuk meng-update data, jadi data tentang ketidakadilan dalam pembangunan, jadi mereka yang akan berikan data untuk disampaikan kepada pemerintah,” jelasnya.

Dikatakan, setelah menerima materi selama kegiatan, selanjutnya akan di follow up untuk bekerja di kampung, dimana semua akan melakukan update data untuk pembangunan yang belum berjalan baik. (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...