KPU Papua Pastikan Dukungan Cagub Harus Capai 15 Persen

98

Ketua KPU Papua bersama sejumlah PPD di Sentani Kota, usai memantau sejumlah kotak suara yang telah masuk. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA (HPP) – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur Papua mulai terasa dengan adanya berbagai dukungan, namun KPU Papua menegaskan, bakal calon harus bisa mencapai 15 persen.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, sekaligus menjelaskan, bahwa soal dukungan Partai Politik sudah menjadi ranahnya para calon, akan tetapi harus bisa mencapai 15 persen.

“Kalau secara nasional dukungan adalah 20 persen, namun kita di Papua adalah 15 persen, artinya ada sekitar 8 – 9 kursi dewan, berbeda kalau 20 persen berarti capai 12 – 13 kursi dukungan,” ujar Adam Arisoy, kepada LintasPapua.com, saat ditemui di Sentani, usai pelaksanaan PSU Kabupaten Jayapura, Rabu (23/8/2017).

Adam Arisoy menegaskan, bahwa pihaknya hanya menyodorkan jumlah presentase, sebab nantinya semua akan dilihat apakah memenuhi amanat yang disampaikan atau tidak.

Ketua KPU Papua saat bersama penyelenggara tingkat distrik Sentani Kota. (Eveerth/LintasPapua.com)

“Kalau soal berapa dukungan Partai yang diberikan kepada calon, itu adalah urusan para calon, namun posisi terakhir akan melihat semmua apakah sesuai dengan amanat aturan yang diajukan atau tidak,” tuturnya.

Informasi yang diterima bahwa KPU RI terus memperkuat regulasi penyelenggaraan pilkada, termasuk mekanisme pencalonan sembari menunggu revisi Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 jo Undang Undang Nomor 8 Tahun 2015.

Dijelaskan, bahwa Terdapat tiga (3) syarat yang harus dipenuhi sebagai syarat pencalonan bagi pasangan calon yang berasal dari partai politk (parpol) maupun gabungan parpol dalam tahapan pencalonan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Tahun 2018.

“Ketika memasuki proses pencalonan pintu pertamanya adalah pendaftaran calon. Persyaratan dibagi dua yakni persyaratan pencalonan dan calon. Untuk calon yang berasal dari Parpol atau gabungan parpol, syarat minimal harus ada 20 persen kursi atau 25 persen suara pada pemilu legislatif sebelumnya. Ini syarat pertamanya, namun di Papua kita akan pakai 15 persen bagi para calon,” jelasnya. (Eveerth Joumilena)