HIPMAS Sesalkan Bank Papua Dalam Melayani Kredit OAP

0
12
Hendrik Yance Udam, dalam sebuah Keterangan pers. (LintasPapua.com)

Andrew Ireuw dan Hendrik Yance Udam, dari HIPMAS Papua, saat menggelar jumpa pers di Abepura. (LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Himpunan Pengusaha Muda Asli (Hipmas) Papua menyesalkan dan mempertanyakan proses penerimaan kredit di Bank Papua, sebagai bank kebanggaan milik masyarakat Papua.

“Kami minta agar Direktur Bank Papua di evaluasi kebijakannya dan terutama bagaimana proses mendapatkan kredit yang cepat dan benar – benar bisa melayani masyarakat asli Papua,” ujar Ketua HIPMAS Papua, Hendrik Yance Udam, dalam keterangan pers di Abepura, Rabu (23/8/2017).

Dirinya menilai, ada proses yang terkesan diskriminasi terhadap orang asli Papua, sehingga sangat disayangkan.
“Kami sangat menyayangkan sikap Bank Papua yang terkesan diskriminasi terhadap orang asli Papua, didalam mendapatkan fasilitas kredit yang ada di bank Papua,” katanya.

Hendrik Yance Udam menjelaskan, bahwa beberapa hari lalu mengajukan fasilitas kredit ke Bank Papua, semua berkas dilengkapi hingga menyiapkan secara detail, bahkan sudah melakukan survey dari Bank ke rumah,” katanya.

“Beberapa hari lalu mengajukan fasilitas kredit ke Bank Papua, lengkapi berkas dan menyiapkan sedetail, termasuk sempat di survey, dan selanjutnya satu minggu kemudian, justru diberikan surat bahwa permohonan kredit tidak diterima.

Hendrik Yance Udam, menunjukan suat dari Bank Papua yang tidak disertai dengan alasan yang jelas terkait tidak bisa dilakukannya peminjaman. (Eveerth Joumilena/LintaspPapua.coom)

“Kami sesalkan , sebab seharusnya dijelaskan apa yang menyebabkan sampai pinjaman kredit tidak bisa diberikan, sebagaimana dalam surat yang ditandatangani oleh Pgs. Kepala Cabang, Nina Rosalina, namun tanpa penjelasan yang menyertakan alasan mengapa tidak bisa melakukan pinjaman, bahkan surat kepada Bapak ditulis ibu, ini menurut kami hal yang harus dipertanyakan,” jelasnya.

“Kita memiliki tiga rekening giro di Bank Papua, tentunya diikuti dengan sejumlah pengurus di daerah, ini akan membuat kami berpikir untuk menarik dan menutup semua rekening dari Bank Papua,” tuturnya.
Hipmas Papua mempertanyakan Bank Papua sebagai asset yang seharusnya melakukan pemberdayaan terhadap orang aslI Papua.

“Akan tetapi justru tidak mendukung dan memadamkan semangat nasionalisme bangsa, karena tidak mungkin kami minta di bank Nasional lainnya, sehingga sewajarnya harus bisa berdayakan orang asli Papua,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris HIPMAS Papua, Andrew Ireuw meminta, agar Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat untuk mengevaluasi kinerja yang ada.

Terkait hal ini, Mencoba konfirmasi Ibu Nina Rosalina, melalui nomor telepon Kantor Cabang Utama Bank Papua, yakni (0967) 532351, namun dilaporkan oleh staf yang menjawab, bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.
HIPMAS Papua berencana melakukan aksi damai ke DPR Papua, guna akan mempertanyakan sikap legislatof dalam mengevaluasi kinerja Bank Papua, agar bisa memberdayakan bantuan kepada masyarakat asli Papua.
Hipmas Papua juga berencana untuk melakukan tatap muka dengan pimpinan Bank Papua, sehingga akan mempertanyakan secara jelas, sejauh mana keberpihakan Bank Papua dalam melayani masyarakat asli Papua. (*)